Beranda Informasi Dengan protokol kesehatan, Untidar Magelang gelar wisuda tatap muka

Dengan protokol kesehatan, Untidar Magelang gelar wisuda tatap muka

Dengan protokol kesehatan, Untidar Magelang gelar wisuda tatap muka

Dalam wisuda ini orang tua atau keluarga tidak diperkenankan masuk gedung

Magelang, Jateng (ANTARA) – Sebanyak 323 mahasiswa lulusan Universitas Tidar (Untidar) Magelang program pascasarjana, sarjana, dan ahli madya mengikuti wisuda secara tatap muka dengan protokol kesehatan ketat di Gedung Tri Bhakti Kota Magelang, Jawa Tengah, Rabu.

Wisudawan hadir di Gedung Tri Bhakti wajib memakai masker sebelum memasuki ruang prosesi dan calon wisudawan wajib mencuci tangan dan cek suhu badan.

Dalam wisuda ini orang tua atau keluarga tidak diperkenankan masuk gedung, bahkan keluarga yang mengantar langsung meninggalkan gedung setelah calon wisudawan sampai lokasi dan mereka bisa menjemput wisudawan setelah prosesi wisuda selesai.

Meskipun keluarga atau orang tua wisudawan tidak bisa masuk ruang wisuda, mereka bisa menyaksikan prosesi wisuda secara daring.

Susunan acara pada prosesi wisuda pun disederhanakan, setelah wisudawan menerima ijazah satu per satu tidak kembali ke tempat duduknya, tetapi langsung meninggalkan ruang wisuda.

Rektor Untidar Prof Dr Ir Mukh Arifin, M. Sc. mengatakan wisuda kali ini diselenggarakan secara tatap muka tetapi penyelenggaraannya tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Kami minta banruan Satgas COVID-19 Kota Magelang untuk mendampingi kami dalam menyelenggarakan wisuda ini," katanya.

Ia mengatakakan bahwa sebelum pelaksanaan wisuda sudah dilakukan simulasi dan juga disaksikan Satgas COVID-19 Kota Magelang.

Menurut dia sebelumnya juga sudah dibicarakan dulu antara mahasiswa dengan rektorat, karena awalnya wisuda ini akan selenggarakan secara daring pada April 2020 tetapi para mahasiswa menghendaki wisuda tatap muka dan pelaksanaannya tertunda sampai akhir September ini.

Baca Juga :  Menyeruput Kopi Banyuwangi di kaki Gunung Raung

"Memang ada kendala, mahasiswa inginnya datang wisuda bersama orang tua, tetapi kalau dengan orang tua jumlahnya terlalu besar dan ruangan tidak memungkinkan, kemudian sulit untuk menjaga tidak terjadi kerumunan maka disepakati ulang datang hanya wisudawan saja," katanya.

Baca Juga :  ALAT SEDUH KOPI, PELAJARI DI RUMAH

Peraih IPK tertinggi pada wisuda ke-55 Untidar kali ini adalah Atiqoch Novie Ameliani dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan meraih IPK nyaris sempurna 3,91.

Jumlah wisudawan dengan predikat pujian sebanyak 123 mahasiswa, dengan rincian 26 mahasiswa Prodi S1 Ekonomi Pembangunan, 23 mahasiswa Prodi S1 Ilmu Administrasi Negara, 51 mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. 

Baca juga: Peserta UTBK di Untidar wajib kenakan pelindung muka

Baca juga: Mahasiswa Untidar manfaatkan kulit kacang jadi prebiotik

Baca juga: Untidar inovasi pakan ternak dari cangkang kopi

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

COFFEE MATES HARUS MENGETAHUI PETA KOPI DUNIA

Jika Anda pecinta kopi, tentu tersedia kepuasan tersendiri dikala Anda sanggup menikmati seduhan kopi dari bervariasi biji kopi yang tumbuh di beraneka belahan...

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19 Jakarta (ANTARA) - Pasien sembuh COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga...

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya Surabaya (ANTARA) - Tim Swab Hunter menyasar pelanggar protokol kesehatan khususnya di tempat nongkrong...

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran Mataram (ANTARA) - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara...

Komik "One Piece" dihentikan sementara karena "mangaka" sakit mendadak

Komik "One Piece" dihentikan sementara karena "mangaka" sakit mendadak Oda-sensei saat ini sedang dalam pemulihan, dan manga tersebut akan kembali dalam edisi ke-46 dari...