Beranda Informasi Petani kopi Banyuwangi dapat permintaan ekspor 600 ton ke Swiss

Petani kopi Banyuwangi dapat permintaan ekspor 600 ton ke Swiss

Petani kopi Banyuwangi dapat permintaan ekspor 600 ton ke Swiss

Banyuwangi (ANTARA) – Petani kopi di Kebun Malangsari Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memperoleh pesanan perdana sebanyak 600 ton kopi melalui PTPN XII untuk diekspor ke Swiss dan Italia.

"PTPN XII memperoleh pesanan perdana kopi jenis robusta dari negara Swiss dan Italia sebanyak 600 ton. Pesanan ini di luar ekspor yang sudah kami lakukan. Tahun 2020 ini kami sudah mengekspor dua kali panen yang totalnya sekitar 72 ton," ujar Manajer Kebun Malangsari PT Perkebunan Nusantara XII Sanuri di Banyuwangi, Jumat.

Ia menjelaskan bahwa dalam satu kilogram kopi Banyuwangi itu sekitar 3 dolar AS. Jika 600 ton, maka nilai ekspor yang dihasilkan sebanyak 1,8 juta dolar AS.

Sebagian besar kopi yang diekspor, katanya, berasal dari Kebun Malangsari dan beberapa kebun lainnya milik PTPN XII juga turut berkontribusi, seperti Kebun Gumitir, Kebun Selogiri, serta kebun milik rakyat yang didampingi oleh PTPN XII.

Baca juga: Hari Tani, produktivitas kopi diharapkan bisa bersaing di global

Menurut dia, kopi dari perkebunan rakyat di Malangsari kualitasnya juga sudah standar serta sudah dikenal di pasar Eropa dengan merek Kopi Gunungsari.

"Selama ini kami melakukan pembinaan teknis, mulai dari memilih bibit yang baik hingga proses penanaman dan panen," katanya.

Sanuri mengemukakan kopi robusta yang dihasilkan dari kawasan Banyuwangi bagian barat ini memiliki cita rasa yang sangat digemari penikmat kopi di Eropa, khususnya negara Swiss dan Italia.

Baca Juga :  Beli minuman di Kisaku boleh bawa tumbler sendiri

"Kopi olahan kami ada rasa khas seperti coklat yang disukai lidah orang Italia," tuturnya.

Baca juga: Gubernur Jatim lepas ekspor 19,2 ton kopi ke Inggris

Oleh karena itu, lanjut dia, meski pandemi masih melanda di hampir semua negara yang mengakibatkan ekonomi dunia terpuruk, Banyuwangi masih konsisten mengekspor kopi unggulanya.

Baca Juga :  Yogyakarta perketat pengawasan tempat kumpul anak muda

Sanuri menambahkan, perkebunan kopi Malangsari seluas sekitar 1.500 hektare itu menghasilkan 1.500 ton kopi kering di tahun ini. Dan ia menargetkan dari total kopi yang dihasilkan PTPN XII sebanyak 1.200 ton dapat diekspor ke berbagai negara.

"Kami memprediksi pada bulan Oktober 2020 akan ada kontrak baru lagi dari Eropa. Kami yakin akan menambah ekspor," katanya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi ekspor kopi Kebun Malangsari, yang merupakan perkebunan kopi di pegunungan selatan Banyuwangi itu.

"Ekspor kopi di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini cukup menggembirakan. Dengan kolaborasi bersama, saya yakin ini bisa terus tumbuh, termasuk terus melakukan pendampingan ke petani kopi rakyat," ujar Anas.

Pewarta: Masuki M. Astro/Novi Husdinariyanto
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

COFFEE MATES HARUS MENGETAHUI PETA KOPI DUNIA

Jika Anda pecinta kopi, tentu tersedia kepuasan tersendiri dikala Anda sanggup menikmati seduhan kopi dari bervariasi biji kopi yang tumbuh di beraneka belahan...

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19 Jakarta (ANTARA) - Pasien sembuh COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga...

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya Surabaya (ANTARA) - Tim Swab Hunter menyasar pelanggar protokol kesehatan khususnya di tempat nongkrong...

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran Mataram (ANTARA) - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara...

Komik "One Piece" dihentikan sementara karena "mangaka" sakit mendadak

Komik "One Piece" dihentikan sementara karena "mangaka" sakit mendadak Oda-sensei saat ini sedang dalam pemulihan, dan manga tersebut akan kembali dalam edisi ke-46 dari...