Beranda Informasi PSBB Total lagi, kejutan untuk para pengusaha kuliner

PSBB Total lagi, kejutan untuk para pengusaha kuliner

PSBB Total lagi, kejutan untuk para pengusaha kuliner

Jakarta (ANTARA) – Setelah mulai terbiasa menjalankan bisnis di masa adaptasi kebiasaan baru, pengusaha kuliner di Jakarta mendapat kejutan dari pengumuman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total kedua kalinya yang dimulai sejak 14 September 2020.

"Kaget sih. Untuk gue yang usaha kuliner, ada dua sumber pemasukan, delivery dan dine in. Otomatis PSBB cut dine in, kita lipat bangku, meja enggak bisa dipakai," kata Achmad Pratama alias Toma, bassist band Mocca, kepada ANTARA, Sabtu.

Toma yang mendirikan Kedai Gelojoh, menyajikan olahan daging kambing dan nasi goreng rempah, kini memusatkan perhatian untuk menyiapkan layanan pesan antar yang jadi andalan selama masa PSBB.

 

 
 
 

 
View this post on Instagram

 
 
 
 

 
 

 
 
 

 
 

A post shared by Kupi Plus Ruti (@kupiplusruti) on

Natasha, Co- Owner Kupi+Ruti & For Good Juicery dan Ilham Dwi, Pemilik Qala Coffee & Herbs tak kalah terkejut dengan keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan "menarik rem darurat", mencabut kebijakan PSBB Transisi dan kembali memberlakukan PSBB Total.

"Sebagai pelaku F&B, cukup shock," ungkap Natasha. "Karena jujur harusnya ada pembukaan cabang lagi dalam waktu dekat, tetapi ada berita baru ini cukup langsung membuat kami bingung untuk apa langkah yang harus diambil selanjutnya."

Ilham menyadari keputusan ini memang diambil untuk kepentingan bersama, namun dia tetap menghadapi kenyataan mengatur keuangan yang terancam menurun.

"Sudah pusing mengatur cashflow di toko, belum balik 100 persen sudah drop lagi," tutur Ilham.

Para karyawan yang sudah mulai bersemangat dan terbiasa bekerja di masa adaptasi kebiasaan baru akan kembali was-was memikirkan kelangsungan mereka bila pemasukan toko berkurang selama PSBB Jakarta Jilid II.

Baca Juga :  "Pemanasan" agar tubuh lebih siap berpuasa

"Saya sih sebisa mungkin memenuhi semua hak mereka, tapi sampai kapan kita sanggup bertahan?"

 

 
 
 

 
View this post on Instagram

 
 
 
 

 
 

 
 
 

 
 

A post shared by Qala Coffee & Herbs (@qalacoffee) on


Tiana Talatas yang memiliki kedai crepes dan waffle di food court Kantin Tuju Tuju, Bangka, Jakarta hanya bisa berpasrah diri.

Baca Juga :  Pemprov Jatim bagikan paket internet gratis untuk siswa

"Sudah pasrah sih, soalnya dari pemerintah juga enggak ada kejelasan."

Setelah masa adaptasi kebiasaan baru, penjualannya belum kembali normal karena pembelinya sebagian besar anak sekolah yang saat ini masih belajar dari rumah.

"Ditambah ada patroli Satpol PP, jadi kalau ada konsumen yang makan di tempat, sering kena tegur," keluh dia.

Baca juga: PSBB total pengaruhi jadwal Sabyan

Baca juga: PSBB Jakarta, proses peninjauan bioskop diharap terus berjalan

Andalkan pesan antar, diskon hingga menu baru

Kendati demikian, setidaknya para pebisnis kuliner tidak benar-benar buta dalam menghadapi tantangan ini. Berkaca dari pengalaman saat menjalani PSBB Total sebelumnya, mereka sudah menyiapkan strategi agar bisa bertahan di tengah pandemi.

Tiana berniat melebarkan jangkauan lewat layanan seperti pesan antar.

"Paling mau gencar promosi di model seperti Gofood atau Grabfood karena pasti area sekitar bakal sepi pengunjung."

Penjualan secara daring dan take away juga menjadi fokus dari Kupi+Ruti yang akan menambah varian produk demi beradaptasi dengan keadaan.

"Karena kami basisnya Roti dan Kopi, tentunya berbagai menu kami masih bisa dinikmati konsumen. Hanya saja ke depannya akan ada penambahan rasa juga bentuk yang berbeda agar tidak bosan," ujar Natasha.

Baca Juga :  Korsel minta tambahan 100 ton kopi Lombok Utara

 

 
 
 

 
View this post on Instagram

 
 
 
 

 
 

 
 
 

 
 

A post shared by KEDAI GELO!JOH (@kedaigelojoh) on


Toma "Mocca" akan menghadirkan "gimmick" yang menarik konsumen untuk menikmati hidangan di kedainya. Membuat promosi paket makanan dengan harga istimewa, memperbarui menu hingga memberi bonus masker untuk pembelian dengan harga tertentu.

Meski konsumen tidak bisa makan di dalam restoran, pengalaman serupa bisa dirasakan dengan melayani konsumen yang datang mengendarai mobil.

"Yang mau datang tapi makan di mobil, kita layani," kata Toma, menambahkan kebiasaan ini sudah lazim dilakukan orang-orang sejak lama.

"Makan di mobil itu saya rasa bagus buat masa PSBB," dia menambahkan kedainya juga melayani pesan antar dan take away.
 

 
 
 

 
View this post on Instagram

 
 
 
 

 
 

 
 
 

 
 

A post shared by Burger Bros (@burgerbros_id) on


Gerai Burger Bros mengaku cukup percaya diri setelah berhasil mendapatkan kepercayaan pelanggan di masa PSBB pertama.

Berbekal menerapkan protokol kesehatan, penjualan Burger Bros perlahan kembali normal dan stabil, kata Lisbeth, Co-founder Burger Bros.

Baca Juga :  KAIDAH SEDUH KOPI NIKMAT, INILAH RAHASIANYA

Satu hal yang ia pelajari dari PSBB lalu adalah memastikan konsumen merasa aman dalam memesan makanan, kunci yang bakal dipertahankan di masa yang menantang ini.

"Dan yang harus diingat juga, untuk masa sekarang delivery order adalah metode yang bisa dibilang ‘lebih aman’ karena mengurangi peluang kontak fisik jika dibandingkan dengan dine-in maupun take away," kata Lisbeth.

Baca Juga :  Sektor perkebunan dituntut lakukan inovasi

"Itulah kenapa akhirnya menjaga kebersihan dapur, memastikan kondisi karyawan kami, dan kemanan pengemasan makanan pelanggan sangat penting bagi kami."
 

 
 

 
View this post on Instagram

 
 
 
 

 
 

 
 
 

 
 

A post shared by KISAKU (@kisaku.co) on

Sementara itu, Kedai kopi Kisaku sejak Maret 2020 berinovasi membuat produk yang membuat pelanggan bisa menikmati kopi dari rumah. Selain merilis kopi literan, mereka membuat paket Do It Yourself Kit agar pelanggan bisa meracik sendiri kopi favorit di rumah.

Catherine Halim, Co-founder & Managing Partner KISAKU, akan menjalani PSBB dengan terus menguatkan penjualan secara daring dan berinteraksi dengan pelanggan lewat media sosial dengan konten menarik, seperti tips meracik kopi tanpa harus keluar rumah.

"Kami yakin, meski pemasukan dari penjualan offline berkurang, tapi penjualan online akan tetap stabil sehingga bisnis dapat terus berjalan dengan lancar," ujar Catherine optimistis.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan secara umum Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total yang dilaksanakan 14 September 2020 sama dengan pengetatan dalam PSBB Jakarta pada 10 April 2020-4 Juni 2020.

Alasan Anies untuk mengambil keputusan tersebut bagi Jakarta karena tiga indikator sangat diperhatikan oleh Pemprov DKI Jakarta, yaitu tingkat kematian, ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU khusus COVID-19 dan tingkat kasus positif di Jakarta.

Baca juga: Lima petualangan kuliner Singapura yang bisa dicoba setelah pandemi

Baca juga: Sup "oranye" untuk tingkatkan imunitas dan buat kulit jadi "glowing"

Baca juga: Empat rekomendasi burger ayam renyah nan lezat
 

Oleh Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

COFFEE MATES HARUS MENGETAHUI PETA KOPI DUNIA

Jika Anda pecinta kopi, tentu tersedia kepuasan tersendiri dikala Anda sanggup menikmati seduhan kopi dari bervariasi biji kopi yang tumbuh di beraneka belahan...

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19 Jakarta (ANTARA) - Pasien sembuh COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga...

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya Surabaya (ANTARA) - Tim Swab Hunter menyasar pelanggar protokol kesehatan khususnya di tempat nongkrong...

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran Mataram (ANTARA) - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara...

Komik "One Piece" dihentikan sementara karena "mangaka" sakit mendadak

Komik "One Piece" dihentikan sementara karena "mangaka" sakit mendadak Oda-sensei saat ini sedang dalam pemulihan, dan manga tersebut akan kembali dalam edisi ke-46 dari...