Jepang buat masker dengan gagang agar bisa makan tanpa takut virus

0
40

Jepang buat masker dengan gagang agar bisa makan tanpa takut virus

Jakarta (ANTARA) – Makan di luar rumah sambil mengobrol tanpa dihantui rasa takut menyebarkan virus corona bisa dilakukan dengan memegang masker dengan gagang yang dibuat oleh kepala universitas seni di Jepang.

"Masker table manner" adalah karya Masako Sasaki dari Kyoto Saga University of Arts, terdiri dari gagang kertas yang menempel ke masker tanpa tali atau kertas filter kopi. Masker ini bisa dipegang satu tangan sehingga orang bisa makan tanpa harus mencopot dan memasang kembali masker.

"Kami ingin menemukan cara untuk mengurangi kerepotan sehari-hari dan memulai etiket dasar baru yang dibuat di Kyoto," kata Sasaki seperti dikutip dari Kyodo.

Pada akhir Agustus, sekitar 20 orang mencoba masker itu di acara cicip makanan di Kyoto. Partisipan, termasuk mereka yang bekerja di bisnis hotel dan restoran, merasa masker itu tidak terlalu merepotkan seperti yang perkiraan, dan mereka merasa "aman" memakainya.

Meski demikian, ada juga yang bilang masker itu merepotkan karena mereka tidak bisa memakai tangan kiri.

"Ini sangat efektif karena intinya adalah mengurangi percikan," kata Takayuki Miyazawa, profesor Kyoto University's Institute for Frontier Life and Medical Sciences yang mengikuti acara itu.

"Ini akan jadi salah satu jalan kembali ke kenormalan."

Para mahasiswa di universitas seni akan mengusulkan rancangan baru menyusul saran dari tenaga medis mengenai bahan yang cocok untuk masker dan cara penggunaan yang tepat.

Baca juga: Perusahaan Israel kembangkan teknologi pengenal wajah di balik masker

Baca juga: Masker Wajah Teknologi-Tinggi "Cerdas" Bantu Keluarga Hong Kong Perangi Flu Babi

Baca juga: Startup Jepang ciptakan masker cerdas terkoneksi internet

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.