Korsel tuduh pendeta gereja saat kasus COVID-19 melonjak

0
39

Korsel tuduh pendeta gereja saat kasus COVID-19 melonjak

Seoul (ANTARA) – Korea Selatan menuduh seorang pendeta konservatif pada Minggu atas pelanggaran peraturan isolasi mandi dan menghambat pelacakan kontak di sebuah gereja di mana 240 penularan telah memperparah penyebaran virus corona terburuk di negara tersebut dalam lebih dari lima bulan.

Fokus terhadap Gereja Sarang Jeil, yang dipimpin oleh Pendeta Jung Kwang-hoon, membangkitkan memori buruk atas penyebaran terbesar di Korea Selatan, di antara para pengikut sekte Kristen rahasia pada bulan Februari lalu.

Pada Minggu, Korea Selatan melaporkan 279 kasus baru, lebih dari dua kali lipat dari angka yang dilaporkan pada Jumat sebanyak 103, dengan kebanyakan penularan baru ditemukan di Seoul dan sekitarnya.

Baca juga: GC Pharma tunggu izin Korsel sebelum gelar uji klinis obat COVID-19
Baca juga: Selain China, Indonesia kembangkan vaksin COVID-19 bersama Korsel

Selain dari penularan terkait dengan gereja itu, terdapat pula beberapa klaster yang lebih kecil, termasuk 30 kasus yang terhubung dengan cabang kedai kopi Starbucks di kota Paju di utara Seoul.

Lonjakan kasus COVID-19 membuat otoritas kembali memberlakukan aturan pembatasan sosial yang lebih ketat pada Minggu di area metropolitan Seoul.

Kementerian kesehatan menyebut telah mengajukan berkas keluhan terhadap Jun, seseorang yang secara blak-blakan kritis terhadap pemerintah, karena telah melanggar peraturan isolasi mandiri dengan mengikuti protes pada Sabtu, dan menghambat investigasi medis atas wabah dengan tidak memberikan daftar lengkap anggota gereja untuk tes dan pelacakan.

Gereja Jun, yakni Gereja Sarang Jeil, tidak merespons panggilan telepon Reuters untuk meminta komentar.

Pada Sabtu, yang merupakan hari libur Hari Kebebasan Nasional di kedua Korea, ribuan pendemo melakukan protes terhadap kebijakan-kebijakan Presiden Moon Jae-in, melanggar larangan untuk protes di ibu kota.

Presiden Moon mengatakan penyebaran virus paling akhir ini menjadi tantangan terbesar bagi upaya untuk melawan COVID-19 sejak klaster infeksi besar yang terlacak berasal dari sekte religius rahasia Gereja Yesus Shincheonji, enam bulan yang lalu.

Pada 1 Agustus, otoritas Korea Selatan menangkap pendiri sekte, Lee Man-hee, atas tuduhan menyembunyikan informasi penting dari para pelacak kontak.

Presiden Moon mengingatkan akan (mengambil) tindakan keras terhadap "beberapa gereja," menyebut perilaku mereka sebagai "aksi yang tak dapat dimaafkan dan mengancam kehidupan publik."

Sumber: Reuters

Baca juga: Seoul punya halte bus khusus, pelindung dari hujan dan COVID-19
Baca juga: COVID-19 persulit respons banjir Korsel saat ratusan orang mengungsi

Penerjemah: Aria Cindyara
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.