Beranda Informasi Kementan sarankan Belitung integrasikan perkebunan lada dan kopi

Kementan sarankan Belitung integrasikan perkebunan lada dan kopi

Kementan sarankan Belitung integrasikan perkebunan lada dan kopi

Jika ingin mencari tambahan lain mungkin bisa mengatur pola tanam, kalau selama ini hanya lada saja mengapa tidak dicoba dengan kopi.

Belitung,Babel (ANTARA) –
Kementerian Pertanian menyarankan Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengintegrasikan perkebunan lada dan kopi sehingga memberikan pendapatan baru bagi petani di daerah itu.

"Jika ingin mencari tambahan lain mungkin bisa mengatur pola tanam, kalau selama ini hanya lada saja mengapa tidak dicoba dengan kopi," kata Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Ditjen Perkebunan Kementan, Hendratmojo Bagus Hudoro di Badau, Belitung, Sabtu.

Menurut dia, Kementerian Pertanian mulai mencoba mengintegrasikan tanaman lada dengan tanaman lainnya seperti kopi.

Baca juga: Kementan kucurkan Rp12 miliar untuk pertanian Bangka Selatan

Sehingga, kata dia, ketika harga lada turun maka petani masih dapat terbantu dengan harga jual kopi yang lebih baik dari lada.

"Ini bisa digarap namun harus siapkan konsep dulu harus seperti apakah misalnya lada nanti sebagai komoditas unggulan memang untuk diangkat ke permukaan," ujarnya.

Bagus menambahkan, di Belitung potensi produk olahan kopi juga cukup menjanjikan pasalnya jumlah kedai-kedai kopi di daerah itu menjamur

"Kedai kopi mulai banyak sedangkan bahan baku tidak ada kalau cocok mengapa tidak kita integrasikan kopi dan lada misalnya kopi kintamani ada aroma jeruk nanti mungkin di sini ada kopi aroma lada," katanya.

Baca juga: Menteri Koperasi UKM lepas ekspor 45 ton lada Babel ke Jepang

Dikatakan dia, sebagai daerah pariwisata maka Belitumg sebaiknya harus memiliki produk dari kearifan lokal yang ditawarkan kepada setiap wisatawan.

Baca Juga :  Santai sore ditemani cokelat dari penjuru Indonesia

Untuk itu, ia mendorong pemerintah daerah setempat dapat segera mewujudkan konsep tersebut dikarenakan potensinya cukup menjanjikan. "Masa kita punya potensi tetapi kita masih mengambil produk dari luar," ujarnya.

Baca Juga :  UPAYA SEDUH KOPI GAYO, ALA BARISTA

Pewarta: Kasmono
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

BMKG pasang sistem monitoring gempa di kawasan Danau Toba

BMKG pasang sistem monitoring gempa di kawasan Danau Toba Medan (ANTARA) - BMKG melalui Stasiun Geofisika Deli Serdang secara bertahap telah melakukan pemasangan Earthquake...

Panitia seleksi pemilihan calon Anggota KY gelar wawancara terbuka

Panitia seleksi pemilihan calon Anggota KY gelar wawancara terbuka Jakarta (ANTARA) - Panitia seleksi (pansel) pemilihan calon Anggota Komisi Yudisial (KY) menggelar tahap wawancara...

Pertamina berikan pelatihan bersertifikat kepada peternak sapi

Pertamina berikan pelatihan bersertifikat kepada peternak sapi Pelatihan dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan COVID-19 yakni menjaga jarak. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok dengan waktu...

IPB University luncurkan sistem pemantauan lahan digital

IPB University luncurkan sistem pemantauan lahan digital Sistem monitoring ini sangat penting karena data yang dapat disediakan merupakan data yang benar,Jakarta (ANTARA) - IPB...

Hukum kemarin, tokoh agama tewas ditembak KKB hingga kecelakaan Cipali

Hukum kemarin, tokoh agama tewas ditembak KKB hingga kecelakaan Cipali Jakarta (ANTARA) - Ragam berita hukum di Tanah Air pada Minggu (20/9) menarik dibaca...