Beranda Informasi Yakin ekspor naik, Kemendag: Produk makanan minuman dibutuhkan dunia

Yakin ekspor naik, Kemendag: Produk makanan minuman dibutuhkan dunia

Yakin ekspor naik, Kemendag: Produk makanan minuman dibutuhkan dunia

Produk makanan dan minuman sangat dibutuhkan dunia

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perdagangan (Kemendag) optimistis dapat meningkatkan ekspor nonmigas melalui produk olahan makanan dan minuman ke berbagai negara di dunia selama pandemi, karena tren pasar dunia beralih dari produk makanan segar ke produk olahan yang dapat disimpan lebih lama.

“Produk makanan dan minuman Indonesia merupakan produk yang prospektif dalam mendukung pertumbuhan di sektor perdagangan. Produk makanan dan minuman sangat dibutuhkan dunia, di antaranya untuk meningkatkan imunitas dan stamina kesehatan masyarakat, terutama pada masa pandemi,” kata Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Kasan lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, Selasa.

Hal tersebut terlihat dari nilai ekspor pangan olahan Indonesia ke dunia yang meningkat 2,12 persen pada periode Januari-Mei 2020 atau sebesar 1,63 miliar dolar AS.

Baca juga: Genjot ekspor produk makanan ke Kanada, Kemendag gelar temu bisnis

Pada 2019 produk makanan dan minuman Indonesia tumbuh mencapai 7,78 persen. Pertumbuhan tersebut lebih besar dibandingkan pertumbuhan sektor nonmigas yang sebesar 4,34 persen. Sementara itu pada kuartal I 2020 pertumbuhannya sebesar 3,94 persen. Sedangkan, kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 19,98 persen. Menurut Kasan, hal lain yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong ekspor produk makanan dan minuman yaitu tren konsumen yang selalu berubah, dengan begitu dapat memberikan peluang bagi produk Indonesia untuk terus melakukan diversifikasi produk atau hilirisasi produk, seperti untuk cokelat, rempah, kopi, dan teh.

Baca Juga :  SEPERTI INI ALAT SEDUH KOPI SENDIRI

Baca juga: Kemendag sebut produk makanan Indonesia tetap berpeluang tumbuh di AS

“Saat ini, produk yang memiliki sertifikasi, indikasi geografis, dan organik memiliki tren yang meningkat di pasar global. Permintaan produk halal juga meningkat, selain karena bertambahnya jumlah penduduk muslim, serta sebarannya juga sudah ada di seluruh dunia,” tambah Direktur Pengembangan Produk Ekspor Olvy Andrianita.

Baca Juga :  Cerita di balik sampul album debut RAN, ngumpet-ngumpet dari satpam

Ia menyampaikan di era normal baru eksportir perlu memperhatikan beberapa persyaratan khusus seperti keamanan makanan, termasuk regulasi akses pasar tujuan ekspor dengan persyaratan masuk barang yang semakin ketat. Tantangan lainnya adalah pengembangan pasar dan produk.

Baca juga: Penjualan makanan-minuman Indonesia di Hong Kong stabil saat pandemi

 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

BMKG pasang sistem monitoring gempa di kawasan Danau Toba

BMKG pasang sistem monitoring gempa di kawasan Danau Toba Medan (ANTARA) - BMKG melalui Stasiun Geofisika Deli Serdang secara bertahap telah melakukan pemasangan Earthquake...

Panitia seleksi pemilihan calon Anggota KY gelar wawancara terbuka

Panitia seleksi pemilihan calon Anggota KY gelar wawancara terbuka Jakarta (ANTARA) - Panitia seleksi (pansel) pemilihan calon Anggota Komisi Yudisial (KY) menggelar tahap wawancara...

Pertamina berikan pelatihan bersertifikat kepada peternak sapi

Pertamina berikan pelatihan bersertifikat kepada peternak sapi Pelatihan dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan COVID-19 yakni menjaga jarak. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok dengan waktu...

IPB University luncurkan sistem pemantauan lahan digital

IPB University luncurkan sistem pemantauan lahan digital Sistem monitoring ini sangat penting karena data yang dapat disediakan merupakan data yang benar,Jakarta (ANTARA) - IPB...

Hukum kemarin, tokoh agama tewas ditembak KKB hingga kecelakaan Cipali

Hukum kemarin, tokoh agama tewas ditembak KKB hingga kecelakaan Cipali Jakarta (ANTARA) - Ragam berita hukum di Tanah Air pada Minggu (20/9) menarik dibaca...