Beranda Informasi MPR dukung peningkatan SDM unggul di Ngada, NTT

MPR dukung peningkatan SDM unggul di Ngada, NTT

MPR dukung peningkatan SDM unggul di Ngada, NTT

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mendukung berdirinya sekolah pertanian di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul agar bisa mengembangkan sektor pertanian di wilayah tersebut khususnya tanaman kopi.

"Dengan adanya sekolah pertanian, diharap sektor ini lebih maju dan berkembang sehingga kabupaten ini bisa menjadi contoh bagi kabupaten yang lain," kata Jazilul dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Hal itu dikatakan Jazilul disela-sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Ngada, NTT, Kamis (30/7).

Dia menilai, dalam mengelola dan mengembangkan sektor pertanian, tidak hanya butuh investor namun juga butuh sumber daya manusia.

Baca juga: Gus Jazil: Pulau Flores kaya budaya
Baca juga: Gus Jazil: Masyarakat Flores jadikan keragaman sebagai kekuatan
Baca juga: MPR dukung BUMDes dikembangkan bagi pemberdayaan masyarakat

Politisi PKB itu mendukung Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Flores berdiri di Bajawa, Ngada, untuk mengembangkan SDM di sektor pertanian.

Menurut dia, perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Katolik Ngada itu akan mengembangkan, mengelola, dan mempersiapkan sumber daya manusia agar produk pertanian, terutama kopi bisa lebih berstandar.

"Sehingga Kopi Bajawa bisa masuk pasar nasional dan internasional,” ujar pria yang akrab dipanggil Gus Jazil itu.

Jazilul mengatakan, Pulau Flores merupakan daerah yang subur, udaranya yang dingin membuat banyak tanaman bisa tumbuh dengan baik.

"Di pulau ini ada cengkeh, kelapa, lada, cokelat, kopi, kemiri, dan jenis tanaman lainnya. Kesuburan Flores membuat Portugis dan Belanda datang ke pulau ini," ujarnya.

Baca Juga :  MENGENALBIJI KOPI TERSOHOR DI DUNIA

Namun Jazilul menyayangkan hasil pertanian dari Flores yang dikirim ke luar pulau seperti ke Surabaya, Jawa Timur, masih dalam bentuk mentah sehingga perlu ada pengembangan agar menghasilkan nilai tambah dari produk yang dihasilkannya.

Baca Juga :  SEDUH KOPI, BELAJAR SENDIRI DI RUMAH

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

Es kopi pisang ijo untuk rayakan 17 Agustus

Es kopi pisang ijo untuk rayakan 17 Agustus Jakarta (ANTARA) - Gerai deli2go dari Shell Indonesia menghadirkan menu edisi terbatas Es Kopi Pisang Ijo...

Pengajuan izin usaha kopi kemasan meningkat di tengah pandemi

Pengajuan izin usaha kopi kemasan meningkat di tengah pandemi Saat ini banyak warga yang mengajukan pengurusan izin pendirian usaha pengolahan bubuk kopi kemasan skala...

PSI gelar Kopdarnas daring, rapatkan barisan untuk Pemilu 2024

PSI gelar Kopdarnas daring, rapatkan barisan untuk Pemilu 2024 Jakarta (ANTARA) - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar kopi darat nasional (Kopdarnas) dengan pengurus di...

Permintaan ekspor minim, Kopi Gayo menumpuk di gudang

Permintaan ekspor minim, Kopi Gayo menumpuk di gudang Kopi tertumpuk di gudang, kopi tidak terjual, kopi tidak dibeli. Itu kondisi saat iniBanda Aceh (ANTARA)...

Terdengar tiga kali suara ledakan sebelum korban penembakan ditemukan

Terdengar tiga kali suara ledakan sebelum korban penembakan ditemukan Jakarta (ANTARA) - Sejumlah warga mendengar tiga kali suara ledakan sebelum menemukan jenazah korban penembakan...