Beranda Informasi Risma beri sanksi "push up" puluhan remaja langgar protokol kesehatan

Risma beri sanksi "push up" puluhan remaja langgar protokol kesehatan

Risma beri sanksi "push up" puluhan remaja langgar protokol kesehatan

Surabaya (ANTARA) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan sanksi berupa push up kepada puluhan remaja karena dinilai melanggar protokol kesehatan dengan tidak memakai masker saat melintas di Jalan Diponegoro.

"Kemarin (25/7) malam, saya turun dari mobil saat melintas di Jalan Diponegoro untuk mengingatkan anak-anak remaja yang tengah asyik nongkrong di atas pedestrian malam-malam," kata Wali Kota Risma di Surabaya, Jatim, Minggu.

Risma mengingatkan agar anak-anak muda tetap memakai masker di mana pun berada dan terus menjaga jarak. Hal ini, kata dia, perlu diingatkan terus karena ribuan warga saat ini masih dirawat di rumah sakit akibat COVID-19.

Baca juga: Turunkan masker ke dagu atau leher berisiko bawa kuman ke hidung

Tidak hanya itu, Risma juga mendapati puluhan remaja yang sedang asyik main game daring di salah satu warung kopi di Jalan Diponegoro. Risma pun langsung turun dan mendatangi mereka dengan petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) meminta mereka bubar.

Risma kemudian meminta para remaja tersebut untuk push up karena tidak memakai masker. Setelah diberi hukuman push up lebih dari 10 kali, pemuda tersebut kemudian diberi masker dan diminta untuk pulang oleh Risma. Sedangkan pemilik warung, kemudian dimintai identitasnya untuk didata.

Bahkan Risma juga mengancam jika ada remaja yang terkena COVID-19, maka akan dikarantina selama 14 hari. Selama masa karantina itu tidak boleh ketemu dengan siapa pun.

Baca Juga :  SEPERTI INI UPAYA SEDUH KOPI YG BENAR DI RUMAH

Sementara itu, razia gabungan terus digelar oleh Satpol PP Kota Surabaya bersama Polisi dan Garnisun. Bahkan, jajaran di 31 kecamatan Surabaya juga melakukan razia secara serentak sejak 23 – 25 Juli 2020.

Baca Juga :  KAIDAH SEDUH KOPI TERBAIK, PELAJARI DI RUMAH

Mereka melakukan penertiban terkait jam malam yang diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya Nomor 33 Tahun 2020.

Baca juga: Ratusan warga Cengkareng terjaring razia masker
Baca juga: Operasi Patuh Lodaya Polres Subang diwarnai aksi bagi-bagi masker
Baca juga: Minim kesadaran warga Kota Kendari memakai masker

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

Es kopi pisang ijo untuk rayakan 17 Agustus

Es kopi pisang ijo untuk rayakan 17 Agustus Jakarta (ANTARA) - Gerai deli2go dari Shell Indonesia menghadirkan menu edisi terbatas Es Kopi Pisang Ijo...

Pengajuan izin usaha kopi kemasan meningkat di tengah pandemi

Pengajuan izin usaha kopi kemasan meningkat di tengah pandemi Saat ini banyak warga yang mengajukan pengurusan izin pendirian usaha pengolahan bubuk kopi kemasan skala...

PSI gelar Kopdarnas daring, rapatkan barisan untuk Pemilu 2024

PSI gelar Kopdarnas daring, rapatkan barisan untuk Pemilu 2024 Jakarta (ANTARA) - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar kopi darat nasional (Kopdarnas) dengan pengurus di...

Permintaan ekspor minim, Kopi Gayo menumpuk di gudang

Permintaan ekspor minim, Kopi Gayo menumpuk di gudang Kopi tertumpuk di gudang, kopi tidak terjual, kopi tidak dibeli. Itu kondisi saat iniBanda Aceh (ANTARA)...

Terdengar tiga kali suara ledakan sebelum korban penembakan ditemukan

Terdengar tiga kali suara ledakan sebelum korban penembakan ditemukan Jakarta (ANTARA) - Sejumlah warga mendengar tiga kali suara ledakan sebelum menemukan jenazah korban penembakan...