Beranda Informasi Saat pematung Ade Kusuma "turun gunung"

Saat pematung Ade Kusuma "turun gunung"

Saat pematung Ade Kusuma "turun gunung"

Mataram (ANTARA) – Nama pematung, Ade Kusuma, di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, sudah tak asing melalui ayunan palunya memahat lekuk demi lekuk keindahan bentuk pada media kayu.

Kini, setelah 30 tahun meninggalkan hiruk pikuk kekaryaan dalam seni rupa, dirinya tampil kembali melalui pameran tunggal-nya yang berjudul "PAMULUNGAN" mulai 15 sampai tanggal 21 Juli 2020 di Galeri Gudang ERKAEM yang dikenal sebagai "markas" gerakan Diam-Diam Seni Rupa (DDSR), Lombok Barat.

Dirinya selain pengalaman mendesain perhiasan perak digelutinya semasa kejayaan pariwisata di Senggigi, masa lalu nya dipenuhi juga dengan pengalaman estetika berkeseniannya di Eropa meninggalkan beberapa karya seni di Negeri Jerman.

Baca juga: Pematung Putrayasa kritik kekuasaan lewat pistol dan helm

Baca juga: Sang pematung itu bernama Edhi Soenarso

Sebagai pemuda kelahiran Bandung tahun 60-an dan berambut panjang terurai yang semasa kecilnya pernah merasakan sejuknya tinggal di kawasan kebun teh Gunung Malabar di selatan Kota Bandung serta kemudian berpindah-pindah ke berbagai tempat di Jawa Barat.

Membuat Kang Ade yang beristrikan Inge, asal Jerman ini memiliki banyak mimpi yang akhirnya terwujud menemukan ruang-ruang berimajinasi menghasilkan banyak karya patung kayu kontemporernya di kawasan Batulayar Lombok Barat.

Kang Ade kali ini akan memamerkan sekitar 10 karya pahatan kayu. Salah satunya yang berjudul "Sanes Sapatu Kang Ajan". Dia pernah menyatakan rencananya untuk membuat karya Instalasi di lain waktu.

Untuk lebih mengenal sosok dan kekaryaannya, silakan singgah di Galeri Gudang ERKAEM sambil diselingi menikmati kopi serta gurihnya Baso Cuanki Bandung-nya kang Wawan, sang Bassist di Rumah Kucing Montong.

Baca Juga :  TAKARAN SEDUH KOPI, PELAJARI DI RUMAH

Berlokasi di BTN Montong Kedaton Blok D Nomor 9, Desa Meninting, Batulayar, Lombok Barat.

Baca Juga :  MODEL SEDUH KOPI YANG NIKMAT, SEPERTI INI RAHASIANYA

Baca juga: Dua patung karya Syahrizal Koto dipamerkan di Shanghai

Baca juga: 46 patung dipamerkan di Galeri Nasional

Baca juga: Jakarta Biennale "meruang" di Central Park

Pewarta: Riza Fahriza
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

RAGAM VARIETAS BIJI KOPI DI DUNIA

Jika Anda pengagum kopi, tentu tersedia kepuasan tersendiri kala Anda sanggup nikmati seduhan kopi dari begitu banyak ragam biji kopi yang tumbuh di...

COFFEE MATES HARUS MENGETAHUI PETA KOPI DUNIA

Jika Anda pecinta kopi, tentu tersedia kepuasan tersendiri dikala Anda sanggup menikmati seduhan kopi dari bervariasi biji kopi yang tumbuh di beraneka belahan...

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19 Jakarta (ANTARA) - Pasien sembuh COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga...

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya Surabaya (ANTARA) - Tim Swab Hunter menyasar pelanggar protokol kesehatan khususnya di tempat nongkrong...

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran Mataram (ANTARA) - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara...