Beranda Informasi Mentan tegaskan Indonesia tidak batasi ekspor perkebunan-hortikultura

Mentan tegaskan Indonesia tidak batasi ekspor perkebunan-hortikultura

Mentan tegaskan Indonesia tidak batasi ekspor perkebunan-hortikultura

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan Pemerintah Indonesia tidak melakukan pembatasan ekspor pertanian, terutama pada sektor tanaman perkebunan dan hortikultura.

"Pemerintah Indonesia tidak mempunyai maksud untuk melakukan pembatasan ekspor komoditas pertanian," kata Menteri Syahrul Yasin Limpo dalam Press Briefing bersama Menteri Luar Negeri di Jakarta, Kamis.

Dalam menjamin ketahanan pangan, Kementerian Pertanian tentunya akan memprioritaskan tanaman pangan, seperti padi/gabah untuk dikonsumsi dalam negeri. Namun, pada sektor tanaman lain seperti perkebunan dan hortikultura, Kementan tidak melakukan pembatasan ekspor.

Baca juga: Kementan ingatkan petani percepat musim tanam kedua tahun ini

Ada pun Mentan menjelaskan kegiatan ekspor pertanian utama yang selama ini dilakukan berasal dari subsektor perkebunan, seperti minyak kelapa sawit (CPO), kopi, kakao dan teh.

Selain itu, Kementan juga mendorong ekspor berasal dari tanaman hortikultura, seperti sayuran dan buah-buahan tropis.

"Kebijakan ini penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia maupun pendapatan para petani," kata Mentan.

Baca juga: Kementan sebut produksi sayuran segar berlimpah dan dapat diekspor

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik mencatat ekspor pertanian pada April 2020 mencapai 0,28 miliar dolar AS atau tumbuh 12,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan berdasarkan sektornya, hanya sektor pertanian saja yang mengalami kenaikan ekspor secara year of year (YoY). Di tengah perlambatan ekonomi nasional akibat pandemi COVID-19, ekspor pertanian tetap memperlihatkan kinerja yang baik.

Baca Juga :  Menu Ramadhan - Es kopi susu kayu manis

"Ini merupakan signal positif dan menjadi angin segar dimana pertanian dan olahannya memperlihatkan pertumbuhan yang positif," kata Suhariyanto melalui keterangan di Jakarta, Selasa (2/6).

Suhariyanto juga menjelaskan bahwa pada periode Januari-April 2020, ekspor non migas Indonesia didominasi oleh eskpor lemak dan minyak hewan atau nabati sebesar 6,25 miliar dolar AS.
 

Baca Juga :  ADAKAH KOPI SEDUH KEMANG DI RUMAH

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

COFFEE MATES HARUS MENGETAHUI PETA KOPI DUNIA

Jika Anda pecinta kopi, tentu tersedia kepuasan tersendiri dikala Anda sanggup menikmati seduhan kopi dari bervariasi biji kopi yang tumbuh di beraneka belahan...

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19 Jakarta (ANTARA) - Pasien sembuh COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga...

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya Surabaya (ANTARA) - Tim Swab Hunter menyasar pelanggar protokol kesehatan khususnya di tempat nongkrong...

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran Mataram (ANTARA) - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara...

Komik "One Piece" dihentikan sementara karena "mangaka" sakit mendadak

Komik "One Piece" dihentikan sementara karena "mangaka" sakit mendadak Oda-sensei saat ini sedang dalam pemulihan, dan manga tersebut akan kembali dalam edisi ke-46 dari...