Beranda Informasi Bintan terapkan sistem "ganjil-genap" NIK cegah COVID-19

Bintan terapkan sistem "ganjil-genap" NIK cegah COVID-19

Bintan terapkan sistem "ganjil-genap" NIK cegah COVID-19

Tanjungpinang (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau akan menerapkan sistem "ganjil-genap" dari ujung pada Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk mencegah penularan COVID-19 di swalayan dan pasar.

Bupati Bintan Apri Sujadi, di Bintan, Jumat, mengatakan, regulasi dalam penerapan "ganjil-genap" berlaku untuk masyarakat yang ingin berbelanja. Kebijakan itu diberlakukan untuk mengatur anggota masyarakat yang berbelanja di swalayan dan di pasar.

Pengaturan konsumen di swalayan dan pasar dibutuhkan untuk mencegah pengerumunan orang.

Penerapan sistem "ganjil-genap" seperti pemilik NIK yang ujungnya angka ganjil hanya dapat berbelanja pada Senin, Rabu dan Jumat. Sementara pemilik NIK yang ujungnya berangka genap dapat berbelanja pada Minggu, Selasa, Kamis dan Sabtu.

"Ini sebagai wujud dari penerapan jaga jarak antarorang di ruang publik," ujarnya.

Apri akan menempatkan petugas Satpol PP dan unsur dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di pasar dan swalayan. Mereka akan mengawasi pelaksanaan ketentuan tersebut.

Pengusaha yang tidak mengindahkan ketentuan itu akan dikenakan sanksi. Sanksi yang diberikan yakni penutupan sementara usaha sampai pengusaha menaati ketentuan itu. Masyarakat diharapkan mendukung program tersebut.

"Kami menyadari tidak semua kebijakan yang kami laksanakan ini didukung oleh seluruh elemen masyarakat, kemungkinan ada yang protes dan lain-lain. Tetapi yakinlah, apa yang kami lakukan ini untuk kepentingan masyarakat," katanya.

Di swalayan, pertokoan dan kedai kopi juga diwajibkan disediakan tempat mencuci tangan dan sabun. Pengusaha juga wajib memberi masker dan sarung tangan untuk digunakan oleh karyawannya.

Baca Juga :  SUHU SEDUH KOPI, PERHATIKAN TIPSNYA

Pengusaha swalayan dan pertokoan juga berhak tidak melayani konsumen yang tidak menggunakan masker.

"Pengusaha yang tidak menerapkan ketentuan itu juga akan dikenakan sanksi berupa penutupan tempat usahanya. Mereka akan membuat surat pernyataan bersedia menerapkan protokol kesehatan," tuturnya.

Baca Juga :  Temanggung tetapkan Jumat sebagai hari minum kopi

Baca juga: Disperindag Tanjungpinang bantah isu pasar dan swalayan ditutup

Baca juga: Karyawan swalayan di Jambi gunakan sarung tangan lateks

Baca juga: Polres imbau pusat perbelanjaan sediakan bilik steril, cegah corona

Pewarta: Nikolas Panama
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

Ada menu restoran di Bliblimart, sediakan makanan siap saji

Ada menu restoran di Bliblimart, sediakan makanan siap saji Kurasi Menu Restoran dijalankan sebagai wujud komitmen kami untuk mendukung sektor F&B dalam mempertahankan dan...

Mendag: Kemendag-Kemenhan jajaki imbal dagang dengan sejumlah negara

Mendag: Kemendag-Kemenhan jajaki imbal dagang dengan sejumlah negara Tujuan imbal dagang adalah untuk menyeimbangkan neraca perdagangan antara Indonesia dengan negara mitra dagang, sehingga bisa...

Hakim "kopi sianida" bersaing menjadi calon komisioner KY

Hakim "kopi sianida" bersaing menjadi calon komisioner KY Jakarta (ANTARA) - Proses seleksi calon anggota Komisi Yudisial (KY) menyisakan 55 kandidat yang lolos seleksi...

NTB segera luncurkan program stimulus untuk UMKM

NTB segera luncurkan program stimulus untuk UMKM Program ini merupakan kelanjutan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang yang diinisiasi untuk menjaga produksi UMKM pada ...

Di tengah pandemi, ekspor Indonesia ke Swiss melonjak

Di tengah pandemi, ekspor Indonesia ke Swiss melonjak London (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Swiss Muliaman Hadad menyatakan nilai ekspor Indonesia ke negara itu...