Beranda Informasi Keterbatasan pohon induk dongkrak harga bibit kelapa genjah

Keterbatasan pohon induk dongkrak harga bibit kelapa genjah

Keterbatasan pohon induk dongkrak harga bibit kelapa genjah

Walaupun cukup mahal tapi permintaan terhadap bibit kelapa genjah Pandan Wangi cukup tinggi

Jakarta (ANTARA) – Kebutuhan bibit kelapa genjah yang tinggi, sementara jumlah pohon induk sangat terbatas membuat harga bibit tanaman perkebunan tersebut cukup di tingkat produsen benih.

Ketua Umum Perkumpulan Penangkar Benih Tanaman Perkebunan Indonesia (PPBTPI) Badaruddin Puang Sabang, menyebutkan harga bibit kelapa genjah varietas Padang Wangi mencapai Rp160.000 per batang dan kelapa genjah Nias serta Bali seharga Rp55.000 per batang.

"Itu merupakan harga resmi di tingkat penangkar berdasarkan perhitungan ongkos produksi, kondisi pasokan dan kebutuhan, dan lain-lain," katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Oleh karena itu, lanjutnya, untuk menyikapi tingginya kebutuhan masyarakat terhadap kelapa genjah dan mencegah terjadinya penyebaran benih yang tidak bermutu para penyedia kelapa genjah telah melakukan pertemuan untuk membahas potensi yang ada.

Zulham pengelola kebun sumber benih dan penangkar bibit kelapa genjah Pandan wangi yang memiliki pembibitan di Binjai, Sumut, menyebutkan bibit kelapanya dijual dengan harga Rp160.000 per batang dalam polibag.

"Walaupun cukup mahal tapi permintaan terhadap bibit kelapa genjah Pandan Wangi cukup tinggi," ujarnya.

Sementara Made Sukra penyedia penyedia bibit kelapa genjah kuning Bali maupun Kelapa genjah kuning Nias, menyebutkan jika harga bibit dalam polibag sebesar Rp55.000 per batang dalam polibag.

Harga bibit kelapa yang dia tangkarkan juga relatif cukup tinggi karena besarnya permintaan swasta ataupun masyarakat.

Baca Juga :  Demonstran 13 organisasi pasang keranda di depan gedung KPK

"Buah kelapa genjah ini sering dimanfaatkan untuk kepentingan upacara dan untuk dijadikan kelapa muda karena rasanya yang spesifik," katanya.

Namun, Made Sukra mengakui penyediaan bibit kelapa genjah tidak mudah karena tingkat pertunasannya yang relatif rendah.

Baca Juga :  Jalan-jalan virtual ke Australia Barat #dirumahaja

Menurut dia, tingkat keberhasilan menangkar butiran kelapa genjah hanya sekitar 50 persen, sementara panen dari kebunnya tidak seluruhnya digunakan untuk benih tapi juga untuk kepentingan konsumsi.

Baca juga: Babel gandeng ormas Islam kembangkan kelapa kopyor, ubi hingga kopi
Baca juga: IPB diharapkan ciptakan inovasi tanaman kelapa

 

Pewarta: Subagyo
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

Dubes: Tidak ada Shalat Idul Fitri di KBRI Kairo

Dubes: Tidak ada Shalat Idul Fitri di KBRI Kairo Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Arab Mesir Helmy Fauzy mengatakan tidak...

Siswa SMK di Jatim ciptakan teknik menanam tanpa pot ala Jepang

Siswa SMK di Jatim ciptakan teknik menanam tanpa pot ala Jepang COVID-19 dan vokasi adalah bagian dari cerita baru duniaJakarta (ANTARA) - Siswa SMK...

Kepri susun strategi pelaksanaan "new normal"

Kepri susun strategi pelaksanaan "new normal" Tanjungpinang (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau mulai menyusun strategi dalam melaksanakan tatanan kehidupan...

Baekhyun EXO dominasi tangga lagu iTunes dunia lewat "Delight"

Baekhyun EXO dominasi tangga lagu iTunes dunia lewat "Delight" Jakarta (ANTARA) - Baekhyun, salah satu personel grup idola K-pop EXO mendominasi tangga lagu...

Korsel gunakan robot barista untuk cegah penyebaran corona

Korsel gunakan robot barista untuk cegah penyebaran corona Sistem kami tidak memerlukan interaksi dengan pelanggan mulai dari pemesanan hingga pengiriman, dan meja-meja disusun dalam...