Beranda Informasi Pemkab Gowa minta pelaku usaha bukan pangan ikuti aturan PSBB

Pemkab Gowa minta pelaku usaha bukan pangan ikuti aturan PSBB

Pemkab Gowa minta pelaku usaha bukan pangan ikuti aturan PSBB

masih ada sejumlah pelaku usaha non pangan di Pasar Sentral Sungguminasa yang beroperasi di masa pemberlakuan PSBB

Gowa (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan meminta kepada  pelaku usaha yang bergerak di sektor bukan pangan untuk tidak menjalankan usahanya sementara waktu sesuai aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Ada aturan main dalam PSBB, khusus untuk jenis usaha yang bukan pangan itu wajib untuk tutup sementara waktu agar tidak terjadi kumpulan warga di satu tempat," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Gowa Alimuddin Tiro di Gowa, Rabu,

Ia mengatakan, jenis usaha yang diperbolehkan untuk beroperasi selama penerapan PSBB yakni bidang usaha kesehatan seperti apotek, toko herbal, dan sejenisnya, sektor komunikasi dan informasi seperti usaha pulsa dan kuota internet, kemudian toko bahan bangunan dan usaha makanan dan minuman.

Dia menyatakan, aturan protokol kesehatan dalam penangan virus corona (COVID-19) bagi daerah yang menerapkan pemberlakuan PSBB merupakan upaya untuk memutus mata rantai penyebaran.

Kebijakan tegas ini diambil lantaran masih adanya sejumlah pelaku usaha non pangan di Pasar Sentral Sungguminasa yang beroperasi di masa pemberlakuan PSBB.

Baca juga: Polisi sanksi 5.757 pelanggar PSBB di Makassar-Gowa

Baca juga: Polda Sulsel evaluasi perpanjangan PSBB Makassar-Gowa

Baca juga: Petugas gabungan perketat pemeriksaan bagi yang masuk ke Gowa

"Khusus untuk usaha makanan seperti warung makan, restoran dan warung kopi operasionalnya harus bungkus atau take away tidak boleh makan di tempat," katanya.

Baca Juga :  INILAH SEDUH KOPI YANG BENAR SENDIRI

"Kami dapat info  masih ada toko yang buka di luar yang dibolehkan selama PSBB, jadi kami mengecek langsung ternyata benar. Kami sudah memberikan teguran, dan jika dilanggar lagi kita akan cabut izin usahanya," terangnya.

Baca Juga :  Kemenkop galakkan Gerakan Ayo Beli Kebutuhan Pokok di Koperasi

Alimuddin berharap seluruh pelaku usaha dapat mematuhi kebijakan PSBB. Termasuk bagi pelaku usaha pangan yang meski diizinkan beroperasi tetapi tetap ada aturan yang berlaku, misalnya hanya diperbolehkan beroperasi hingga pukul 21.00 WITA.

"Ini semua dalam rangka memutus rantai penularan COVID-19. Agar  pandemi virus ini segera hilang dari daerah yang kita cintai ini khususnya dan Indonesia pada umumnya," ucapnya.
 

Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

Kontak tembak KKSB-TNI di Hipadipa satu prajurit meninggal

Kontak tembak KKSB-TNI di Hipadipa satu prajurit meninggal Jayapura (ANTARA) - Kontak tembak antara TNI dengan kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) di sekitar Koramil...

Hakim Agung AS wafat, ratusan orang beri penghormatan terakhir

Hakim Agung AS wafat, ratusan orang beri penghormatan terakhir RBG menginspirasi banyak perempuan muda untuk mengejar mimpi mereka dan berfokus pada hal yang dinilai tak...

Manfaatkan akhir pekan Ini untuk memperpanjang SIM di Jakarta

Manfaatkan akhir pekan Ini untuk memperpanjang SIM di Jakarta Jakarta (ANTARA) - Libur di akhir pekan ini dapat dimanfaatkan untuk perpanjangan masa berlaku Surat...

Nostalgia "Filosofi Kopi" lewat konser daring "Wave of Cinema"

Nostalgia "Filosofi Kopi" lewat konser daring "Wave of Cinema" Jakarta (ANTARA) - Bioskop Online dan Visinema Musik bekerja sama menghadirkan pengalaman nonton pertunjukan musik...

Pertamina tingkatkan kapasitas produksi petani kopi Bener Meriah

Pertamina tingkatkan kapasitas produksi petani kopi Bener Meriah Aceh Besar (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I meningkatkan kapasitas petani kopi...