Kiat persiapkan "new normal" setelah pandemi corona

0
101

Kiat persiapkan "new normal" setelah pandemi corona

Jakarta (ANTARA) – Istilah "new normal" atau kehidupan normal baru yang dijalani selama dan setelah pandemi virus corona kini banyak diperbincangkan.

New normal sendiri meliputi menggunakan masker di tempat umum, jaga jarak, hingga bekerja dari rumah.

Terdapat sejumlah hal yang bisa dipersiapkan untuk menghadapi hal itu, khususnya bagi pekerja agar dapat produktif ketika bekerja di rumah.

Berikut ulasan dari Pakar Produktivitas Google, Laura Mae Martin dalam konferensi virtual bersama Google, Kamis.

1. Memberi batasan diri

Mengetahui dan memberi batasan untuk diri sendiri ketika bekerja merupakan hal penting agar dapat menyeimbangkan produktivitas dan kesehatan mental selama bekerja di rumah.

Membuat nyaman diri sendiri dengan memiliki spot kerja di dalam rumah juga dapat menjadi pilihan agar memiliki ritme dan alur kerja tertentu dan teratur.

Baca juga: Pentingnya seimbangkan produktivitas dan kesehatan mental selama WFH

Baca juga: Apakah WFH dorong produktivitas karyawan? Ini kata Google

2. Buat perencanaan
Kiat berikutnya yang dibagi oleh Laura ialah membuat jadwal sehari sebelumnya tentang daftar pekerjaan yang akan dikerjakan esok hari.

"Menulis to do list untuk dikerjakan besok, akan membuat pekerjaan menjadi lebih efektif," kata dia.

3. Manfaatkan waktu yang ada di rumah
Memanfaatkan waktu yang ada di rumah merupakan tips selanjutnya.

Bentuk dari kegiatan ini bisa bermacam-macam, misalnya memanjakan diri dengan minum kopi di pagi hari sebelum bekerja, atau bermeditasi.

"Lalu untuk working parents, bisa juga mengatur pada akhir pekan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga," kata wanita yang telah berkarir di Google selama 10 tahun itu.

4. Adopsi kebiasaan lama
Salah satu cara membuat energi tersalurkan secara efektif ketika bekerja dari rumah, adalah dengan mengadopsi beberapa kebiasaan lama.

"Mengadopsi mentalitas seperti untuk tidak harus online sepanjang waktu juga hal yang baik, pun dengan adanya rapat-rapat yang dilakukan dalam 1-2 hari saja tiap minggu, alih-alih harus rapat setiap hari," kata Laura.

Baca juga: Twitter izinkan karyawan WFH selamanya

Baca juga: Mengapa ingin banyak "ngemil" selama WFH?

Baca juga: Survei: Kaum milenial ternyata kesulitan jalani WFH

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.