Beranda Informasi Polda DIY ungkap peredaran tembakau gorila bermodus kemasan kopi

Polda DIY ungkap peredaran tembakau gorila bermodus kemasan kopi

Polda DIY ungkap peredaran tembakau gorila bermodus kemasan kopi

Tersangka rata-rata sama, mereka melakukan pembelian melalui media sosial baik facebook maupun instagram

Yogyakarta (ANTARA) – Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta mengungkap kasus peredaran narkotika golongan I jenis tembakau gorila yang dibungkus menggunakan kemasan kopi luwak saset.

"Seolah-olah menjual kopi luwak, jadi intinya kopi luwak tapi di dalamnya dimasukkan tembakau gorila," kata Direktur Reserse Narkoba Polda DIY, Kombespol Ary Satriyan saat jumpa pers di Yogyakarta, Rabu.

Menurut Ary, kasus peredaran tembakau gorila itu terungkap setelah Polda DIY menangkap seorang pembeli tembakau gorila berinisial ARA (20) warga Gunung Kidul dan APD (19) yang tinggal di Condongcatur Sleman.

Baca juga: Polda DIY terjunkan 1.106 personel jelang Ramadhan
Baca juga: Polda DIY akan mendata warga yang baru tiba dari luar daerah

Keduanya ditangkap di wilayah Mlati, Sleman pada 8 April 2020 dengan barang bukti tembakau gorila seberat 51 gram.

"Tersangka rata-rata sama, mereka melakukan pembelian melalui media sosial baik facebook maupun instagram," kata dia.

Setelah ARA dan APD ditangkap, aparat Polda DIY kemudian melacak penjualnya yang berada di Semarang, Jawa Tengah berinisial AUS (30) dan ARP (28).

Pada 21 April 2020, kata dia, AUS dan ARP berhasil ditangkap di Kecamatan Gunungpati, Semarang secara terpisah. Dari kakak beradik itu, polisi mengamankan barang bukti lebih dari 9.000 gram tembakau gorila.

Sebelum dijual dalam kemasan kopi luwak, tembakau gorila asli yang mereka beli dari luar Jawa seharga Rp55 juta per kg terlebih dahulu dicampur dengan tembakau biasa dari Temanggung seharga Rp15 juta per kg.

Baca Juga :  Festival kuliner dan kopi meriahkan libur Idul Adha

"Satu kilogram tembakau gorila dicampur tiga kilogram tembakau biasa. Jadi mereka bisa membuat empat kilogram tembakau sintetis," kata dia.

Baca Juga :  ATURAN SEDUH KOPI GAYO, BELAJAR SENDIRI DI RUMAH

Selanjutnya, tembakau itu dijual per 7 gram dengan harga Rp325 ribu secara daring yang dimasukkan ke dalam kemasan kopi luwak.

Baca juga: Polda DIY amankan puluhan remaja pelaku balap liarBaca juga: Polda DIY bubarkan 1.428 kerumunan cegah penularan COVID-19

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

RAGAM VARIETAS BIJI KOPI DI DUNIA

Jika Anda pengagum kopi, tentu tersedia kepuasan tersendiri kala Anda sanggup nikmati seduhan kopi dari begitu banyak ragam biji kopi yang tumbuh di...

COFFEE MATES HARUS MENGETAHUI PETA KOPI DUNIA

Jika Anda pecinta kopi, tentu tersedia kepuasan tersendiri dikala Anda sanggup menikmati seduhan kopi dari bervariasi biji kopi yang tumbuh di beraneka belahan...

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19 Jakarta (ANTARA) - Pasien sembuh COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga...

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya Surabaya (ANTARA) - Tim Swab Hunter menyasar pelanggar protokol kesehatan khususnya di tempat nongkrong...

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran Mataram (ANTARA) - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara...