65 orang terjaring melanggar jam malam PSBB Sidoarjo

0
115

65 orang terjaring melanggar jam malam PSBB Sidoarjo

Sidoarjo (ANTARA) – Sebanyak 65 orang terjaring karena melanggar jam malam pada saat pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), yang berlangsung di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur sebagai upaya untuk mengantisipasi merebaknya virus corona atau COVID-19.

Kepala Kepolisian Resor Kota Sidoarjo Jawa Timur Kombes Pol Sumardji di Sidoarjo, Minggu, mengatakan, mereka yang terjaring kemudian dilaksanakan rapid test untuk mengetahui apakah orang tersebut terjangkit virus corona atau COVID-19.

"Hal itu dilakukan karena masih banyak masyarakat yang melanggar penerapan jam malam saat PSBB dan hasil rapid test negatif ," katanya.

Ia mengemukakan, memasuki hari kelima pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (2/5) hingga Minggu, polisi mulai lakukan penindakan dan penerapan sanksi kepada para pelanggar.

"Seperti di perbatasan wilayah hukum Kabupaten Sidoarjo dengan Kota Surabaya, para petugas gabungan tak segan segan menghentikan kendaraan roda dua maupun roda empat yang masih tidak patuh dengan aturan PSBB," katanya.

Baca juga: 16 titik "check point" disiapkan selama PSBB Sidoarjo

Ia menjelaskan, salah satunya yang masih diabaikan oleh masyarakat, adalah adanya jam malam yang berlaku mulai pukul 21.00 WIB hingga 04.00 WIB di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Rata-rata pelanggar aturan jam malam tersebut, adalah pengendara usia muda.

"Mereka saat ditanya petugas tidak dapat menjelaskan alasan dan tujuan keluar malam. Selain itu mereka juga mengabaikan physical distancing yakni berboncengan tidak dalam satu keluarga, serta ada yang masih tidak bermasker," jelas Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji.

Selanjutnya, kata dia, sesuai ketentuan pasal 10 Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 21 tahun 2020 tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar, para pelanggar di berikan sanksi teguran tertulis dan sanksi hukum sesuai dengan ketentuan undang-undang karantina.

"Sasaran operasi jam malam PSBB kami tidak hanya terhadap para pengendara kendaraan bermotor saja. Namun juga, personel gabungan disebar menyisir warung kopi, kafe dan tempat-tempat yang masih ada kerumunan massa," katanya.

Menurutnya, tindakan represif petugas gabungan dalam pelaksanaan PSBB, juga dilakukan pengecekan kondisi tubuh pengendara.

"Mulai dari pengukuran suhu tubuh, pemeriksaan kesehatan, hingga terhadap para pelanggar jam malam dibawa ke Mapolresta Sidoarjo untuk dilakukan rapid test COVID-19 ntuk mengetahui ada tidaknya di antara mereka yang terjangkit COVID-19 atau tidak," katanya.

Baca juga: Kabupaten Sidoarjo siapkan 21 titik "check point" saat PSBB

Baca juga: Kabupaten Sidoarjo rawat 10 orang PDP

Baca juga: Tambahan dua pasien positif COVID-19 di Kabupaten Sidoarjo

Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.