Pengunjung cafe di "rapid test" tim Gugus Tugas COVID-19 Jatim

0
82

Pengunjung cafe di "rapid test" tim Gugus Tugas COVID-19 Jatim

Sasaran kami ke kafe yang masih digunakan anak-anak muda nongkrong dan berkerumun

Surabaya (ANTARA) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur bersama TNI dan Polri melakukan "rapid test" atau tes cepat dadakan kepada anak-anak muda pengunjung kafe maupun warung kopi di Surabaya sekaligus patroli dalam skala besar.

"Patroli dan tesnya dilakukan Senin (13/4) malam. Sasaran kami ke kafe yang masih digunakan anak-anak muda nongkrong dan berkerumun," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Selasa.

Sebanyak empat kafe di Kota Surabaya didatangi, yakni di kawasan Wonokromo, Ngagel, Penjaringan Sari dan Citraland.

Seluruh pengunjung kafe diwajibkan menjalani rapid test untuk mendeteksi COVID1-19 yang dilakukan oleh petugas kesehatan berseragam alat pelindung diri (APD).

Menurut Khofifah, langkah patroli berskala besar ini merupakan hasil rapat koordinasi bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan serta Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi sebagai upaya preventif dan promotif pencegahan penyebaran COVID-19.

Dari hasil tes tersebut, seluruh pengunjung kafe dinyatakan negatif dan diminta untuk kembali ke rumah masing-masing, serta tidak ke luar rumah kecuali untuk urusan sangat penting.

Dalam dua hari terakhir, penambahan angka kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Surabaya sangat signifikan, yakni pada Minggu (12/4) sebanyak 180 orang, kemudian pada Senin (13/4) mencapai 208 orang, kemudian berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) tercatat 523 orang.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi menyampaikan langkah ini diharapkan bisa efektif untuk pencegahan penyebaran virus tersebut.

Terutama, kata dia, untuk mendorong masyarakat tetap di rumah, menjalankan physical distancing serta tidak berkerumun.

"Virus ini memang bisa sembuh sendiri dengan ketahanan tubuh yang baik untuk melawan virus. Tapi, penularannya melalui manusia sangat cepat," demikian Joni Wahyuhadi yang juga Direktur Utama RSUD dr Soetomo itu.

Baca juga: Pasien positif COVID-19 di Jatim 438 orang

Baca juga: Pemprov Jatim koordinasi dengan Pemkot Surabaya tekan COVID-19

Baca juga: Kawasan Surabaya selatan masuk zona merah COVID-19

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.