Beranda Informasi Hukum kemarin, dari karantina wilayah sampai mahasiswa pukul polisi

Hukum kemarin, dari karantina wilayah sampai mahasiswa pukul polisi

Hukum kemarin, dari karantina wilayah sampai mahasiswa pukul polisi

Jakarta (ANTARA) – Berbagai peristiwa hukum pada Jumat (27/3) menarik perhatian masyarakat dan masih menarik untuk dibaca, mulai dari Komnas HAM mengusulkan karantina wilayah hingga mahasiswa memukul polisi saat sosialisasi COVID-19.

Berikut rangkuman berita hukum yang layak disimak pagi ini.

1. Komnas HAM minta presiden berlakukan karantina wilayah

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta Presiden Joko Widodo untuk segera melakukan karantina wilayah untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran penyakit karena virus korona atau COVID-19 di Indonesia.

Menurut Komnas HAM, langkah-langkah nyata berupa karantina wilayah terbatas diperlukan daerah-daerah yang sudah dikategorikan daerah merah.

Selengkapnya di sini.

2. Polri bubarkan ribuan kerumunan massa sejak dikeluarkannya Maklumat Kapolri

Polri telah membubarkan sebanyak 7.031 kerumunan massa sejak dikeluarkannya Maklumat Kapolri tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran COVID-19 pada 19 Maret 2020.

Kerumunan massa yang dibubarkan terdiri atas kegiatan resepsi pernikahan hingga perkumpulan sejumlah warga yang bersantai di kafe mau pun di tempat publik lainnya.

Selengkapnya di sini.

3. Mahasiswa pukul polisi saat sosialisasi COVID-19

Seorang mahasiswa di Banda Aceh ditangkap polisi karena diduga memukul anggota Polri yang bertugas menyampaikan sosialisasi pencegahan COVID-19 di sebuah warung kopi di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.

Tersangka memukul bagian belakang kuping sebelah kiri korban dan mengucapkan kata-kata tidak pantas saat sosialisasi sedang berlangsung.

Selengkapnya di sini.

Baca Juga :  INILAH SEPULUHKOPI YG TERKENAL DI DUNIA

4. Penyebar hoaks didenda Rp1 miliar

Polisi mengancam akan memenjarakan dan mendenda Rp1 miliar bagi siapapun yang menyebarkan informasi bohong atau hoax tentang virus corona atau COVID-19.

Sanksi tersebut sesuai dengan Pasal 45A ayat 1 UU ITE.

Baca Juga :  Kemendag berupaya tingkatkan ekspor ke Polandia

Selengkapnya di sini.

5. Ponsel dalam sel Imam Nahrawi diduga dipakai tahanan lain

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga telepon selular (ponsel) yang ditemukan di sel tahanan yang ditempati mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi juga dipakai tahanan lainnya.

Meski telah dilakukan penelusuran, KPK menyatakan belum diketahui secara pasti kepemilikan ponsel tersebut karena diduga dipakai beberapa tahanan.

Selengkapnya di sini.

Pewarta: Dyah Dwi Astuti
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

COFFEE MATES HARUS MENGETAHUI PETA KOPI DUNIA

Jika Anda pecinta kopi, tentu tersedia kepuasan tersendiri dikala Anda sanggup menikmati seduhan kopi dari bervariasi biji kopi yang tumbuh di beraneka belahan...

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19 Jakarta (ANTARA) - Pasien sembuh COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga...

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya Surabaya (ANTARA) - Tim Swab Hunter menyasar pelanggar protokol kesehatan khususnya di tempat nongkrong...

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran Mataram (ANTARA) - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara...

Komik "One Piece" dihentikan sementara karena "mangaka" sakit mendadak

Komik "One Piece" dihentikan sementara karena "mangaka" sakit mendadak Oda-sensei saat ini sedang dalam pemulihan, dan manga tersebut akan kembali dalam edisi ke-46 dari...