Beranda Informasi Ojek online dinilai mampu jaga perputaran ekonomi di tengah COVID-19

Ojek online dinilai mampu jaga perputaran ekonomi di tengah COVID-19

Ojek online dinilai mampu jaga perputaran ekonomi di tengah COVID-19

Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Ekonom Universitas Brawijaya Malang Nugroho Suryo Bintoro menyatakan bahwa keberadaan ojek online di tengah penyebaran virus Corona atau COVID-19, dinilai mampu menjaga perputaran perekonomian Indonesia.

Nugroho mengatakan, kondisi saat ini, hampir seluruh kegiatan mengalami penurunan cukup signifikan termasuk dalam perputaran ekonomi, dikarenakan masyarakat membatasi diri untuk berkegiatan yang melibatkan atau berinteraksi dengan orang banyak.

"Di sisi lain, keberadaan ojek online terbukti membantu menggerakkan perekonomian Indonesia dari sisi konsumsi, khususnya melalui pelayanan jasa lainnya," kata Nugroho, kepada Antara, di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis.

Baca juga: Bepergian dengan "ojol" di tengah pandemik corona, amankah?

Menurut Nugroho, keberadaan ojek online yang ada di Indonesia bukan hanya memberikan layanan jasa antar penumpang, akan tetapi juga memberikan layanan antar untuk memenuhi kebutuhan makan, minum, termasuk berbelanja bagi para konsumen.

Nugroho menjelaskan, masyarakat masih diuntungkan dengan keberadaan ojek online, karena dengan kondisi yang ada saat ini, masyarakat masih bisa memenuhi kebutuhan mereka dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada pada ojek online.

Walaupun masih terdapat kekhawatiran masyarakat terhadap barang yang dibawa oleh para pengemudi ojek online, lanjut Nugroho, akan tetapi jasa layanan tersebut lebih dipilih masyarakat yang memutuskan untuk tidak keluar rumah.

"Dengan kata lain, konsumsi memang mengalami perlambatan. Namun, hal tersebut bukan berarti masyarakat meniadakan konsumsi mereka, terutama untuk kebutuhan primer atau jasa lainnya," ujar Nugroho.

Baca juga: Gubernur pantau penyemprotan disinfektan ojek daring di Surabaya

Pemilik Amstirdam Coffee Siva Raja mengatakan bahwa, keberadaan ojek online saat ini sangat membantu penjualan pada gerai-gerai kopi yang dimilikinya. Bahkan, ia mencatat ada peningkatan penjualan dari pengguna jasa ojek online dibandingkan kondisi normal.

Baca Juga :  Maroko diharapkan sambut terbuka rencana ekspansi BUMN Indonesia
Baca Juga :  Bunga Rafflesia Arnoldii mekar di Rejang Lebong

"Secara keseluruhan, penjualan memang mengalami penurunan berkisar 50-80 persen. Namun, pembelian dengan jasa ojek online meningkat berkisar 20-30 persen dari kondisi normal," ujar Siva.

Siva menambahkan, beberapa gerai miliknya memang mengalami penurunan volume penjualan akibat dampak virus Corona atau COVID-19 tersebut. Namun, dengan adanya ojek online tersebut, diharapkan bisa membantu mempertahankan penjualan saat ini.

"Sangat terbantu dengan adanya ojek online. Kalau tidak ada mereka, mungkin kami tidak buka, karena pada dasarnya gerai kami adalah tempat nongkrong," ujar Siva.

Sementara itu, seorang pengemudi ojek online di wilayah Kota Malang Saktiyanardi Nugraha mengatakan, dampak dari penyebaran virus Corona khususnya di wilayah Kota Malang, Jawa Timur, cukup memberikan dampak yang besar terhadap dirinya.

Ia mengaku, permintaan jasa layanan pembelian makanan dan minuman mengalami penurunan hingga 50 persen dibandingkan kondisi normal.

"Orderan masih ada, akan tetapi menurun. Kalau dari persentase, bisa dibilang turun 50 persen," kata Sakti.

Kondisi di Kota Malang dalam waktu beberapa hari terakhir cenderung sepi. Masyarakat kebanyakan tidak melakukan aktivitas luar rumah, yang tercermin dari sepinya pusat perbelanjaan atau mall yang ada di Kota Malang.

Berdasarkan data dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, wilayah Malang Raya yang merupakan gabungan antara Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, ada enam orang yang positif terjangkit COVID-19.

Sebanyak empat orang merupakan warga Kabupaten Malang, yang salah satunya meninggal dunia. Sementara dua orang lainnya merupakan warga Kota Malang.

Satu dari dua warga Kota Malang tersebut, telah dinyatakan sembuh atau negatif COVID-19 usai mendapatkan perawatan, sehingga menyisakan satu orang lagi yang hingga saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Saiful Anwar, Kota Malang.

Baca Juga :  CARA SEDUH KOPI YANG BAIK, SEPERTI INI RAHASIANYA
Baca Juga :  ALAT SEDUH KOPI BUBUK, INILAH RAHASIANYA

Tercatat, hingga Rabu (25/3), di Indonesia tercatat sebanyak 893 orang positif terjangkit COVID-19. Dari total tersebut orang yang terinfeksi COVID-19 tersebut, sebanyak 35 orang sudah dinyatakan pulih, sementara 78 orang lainnya meninggal dunia.

Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

Yakin ekspor naik, Kemendag: Produk makanan minuman dibutuhkan dunia

Yakin ekspor naik, Kemendag: Produk makanan minuman dibutuhkan dunia Produk makanan dan minuman sangat dibutuhkan duniaJakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) optimistis dapat meningkatkan...

MARI MEMBACA KOPI TERKUAT DI DUNIA

Pembaca Sekalian, anda senang minum kopi? Sudah paham jenis-jenis biji kopi yang populer di dunia? Kalau kamu pencinta kopi, yuk cari mengerti kopi...

Ekspor timah ke Singapura anjlok pada semester I 2020

Ekspor timah ke Singapura anjlok pada semester I 2020 Jika dibanding Januari-Juni 2019, ekspor timah ke Singapura pada tahun ini turun sekitar 71,01 persenPangkalpinang...

TNI di Mamuju bagikan 1.000 masker di pasar tradisional

TNI di Mamuju bagikan 1.000 masker di pasar tradisional Mamuju (ANTARA) - Kodim 1418 Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat membagikan 1.000 masker kepada para...

Waspada, Trans Sulawesi poros Taweli-Toboli rawan longsor

Waspada, Trans Sulawesi poros Taweli-Toboli rawan longsor Di sepanjang ruas jalan nasional itu sering terjadi tabrakan dan juga tanah longsorPalu (ANTARA) - Jajaran Dinas...