Beranda Informasi Wali Kota Pontianak pimpin penyemprotan disinfektan di RS Kharitas

Wali Kota Pontianak pimpin penyemprotan disinfektan di RS Kharitas

Wali Kota Pontianak pimpin penyemprotan disinfektan di RS Kharitas

Dan demi keselamatan, baik pegawai medis dan nonmedis maka RS Kharitas Bhakti dan masyarakat umumnya, kami tutup sementara dulu, agar kami lebih leluasa dalam membersihkan RS ini

Pontianak (ANTARA) – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memimpin secara langsung penyemprotan disinfektan di Rumah Sakit Kharitas Bhakti Pontianak di Jalan Siam Kota Pontianak, Rabu.

"Penyemprotan ini, kami lakukan guna mensterilkan RS Kharitas dari COVID-19," kata Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Rabu.

Pihak RS Kharitas Bhakti Pontianak pada 4 Maret 2020 sempat merawat satu pasien yang dinyatakan positif mengalami COVID-19, sehingga petugas dan RS itu langsung diisolasi, sedangkan RS itu harus disterilkan, kemudian pasien dirawat di RSUD Soedarso Pontianak.

Ia menjelaskan setelah dilakukan sterilisasi menggunakan disinfektan tersebut maka akan dilakukan supervisi dari Dinas Kesehatan. Setelah itu, bisa melakukan aktivitasnya kembali.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat melakukan perlindungan diri masing-masing, salah satunya dengan menerapkan pola hidup sehat, berolahraga, dan banyak makan buah serta sayur-sayuran.

Baca juga: Kantor Wali Kota Jambi disemprot disinfektan untuk cegah virus corona

Terkait dengan masih banyak warung kopi yang buka atau melakukan aktivitasnya, Edi mengimbau pengelola secara rutin menyemprotkan disinfektan dan menyiapkan cairan pembersih tangan, serta menjaga jarak antarpengunjung supaya lebih aman.

Direktur Rumah Sakit Kharitas Bhakti Pontianak drg Krisna Karhianto menyatakan pihaknya sebelumnya sudah melakukan sterilisasi di seluruh gedung RS tersebut, sedangkan terhadap staf medis juga sudah dilakukan isolasi di rumah masing-masing.

Baca Juga :  RASIO SEDUH KOPI, BELAJAR SENDIRI DI RUMAH

"Dan demi keselamatan, baik pegawai medis dan nonmedis maka RS Kharitas Bhakti dan masyarakat umumnya, kami tutup sementara dulu, agar kami lebih leluasa dalam membersihkan RS ini," ungkapnya.

Baca Juga :  MARI MEMBACA KOPI YG PALING ENAK DI DUNIA

Gubernur Kalbar Sutarmidji mengeluarkan surat edaran menetapkan Status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk Tanggap Darurat Corona Virus 2019 (COVID-19) terkait dengan penanganan, pengendalian, dan penghentian penularan virus tersebut di Kalbar.

Isi surat edaran tersebut, berdasarkan laporan kasus di kabupaten/kota se-Kalimantan Barat sampai dengan 17 Maret 2020, tercatat 110 orang dalam pemantauan dan 15 orang dalam pengawasan. yaitu Kota Pontianak 4 orang, Kabupaten Mempawah (2), Kabupaten Kayong Utara (1), Kabupaten Ketapang (1), Kabupaten Sambas (2). Kabupaten Bengkayang (4), dan Kabupaten Landak (1).

Untuk mengendalikan dan mencegah bertambahnya korban diduga terinfeksi COVID-19 di wilayah Kalbar, biIamana dipandang perlu, pemerintah daerah dapat menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB)/Tanggap Darurat dengan mengikuti ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Permintaan penyemprotan disinfektan tinggi di Jaksel

 

Pewarta: Andilala
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

Pendaki ditemukan selamat tanpa baju di Gunung Guntur Garut

Pendaki ditemukan selamat tanpa baju di Gunung Guntur Garut Garut (ANTARA) - Seorang pendaki yang dilaporkan hilang sejak Sabtu (4/7) berhasil ditemukan selamat dengan...

Zona hijau, aktivitas perdagangan Kota Sukabumi berangsur normal

Zona hijau, aktivitas perdagangan Kota Sukabumi berangsur normal Aktivitas perdagangan berangsur normal ini ditandai dengan jam operasional toko non-sembako yang diizinkan buka hingga pukul...

Sejauh Mata Memandang dukung Jakarta bebas plastik sekali pakai

Sejauh Mata Memandang dukung Jakarta bebas plastik sekali pakai Jakarta (ANTARA) - Brand Sejauh Mata Memandang turut mendukung Jakarta Bebas Kantong Plastik Sekali Pakai...

Dua pekan lagi WHO dapatkan hasil awal uji coba obat COVID-19

Dua pekan lagi WHO dapatkan hasil awal uji coba obat COVID-19 Jenewa (ANTARA) - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) harus segera mendapatkan hasil uji klinis...

PPI gandeng UMKM, petani dan nelayan sebagai mitra percepatan ekspor

PPI gandeng UMKM, petani dan nelayan sebagai mitra percepatan ekspor Kemitraan dengan petani, nelayan, dan UMKM, merupakan pola sumber suplai dalam percepatan ekspor PPIJakarta...