Beranda Informasi Yayasan Indonesia latih warga binaan usaha sablon pakaian

Yayasan Indonesia latih warga binaan usaha sablon pakaian

Yayasan Indonesia latih warga binaan usaha sablon pakaian

Pemberdayaan kelompok masyarakat miskin, pengangguran, dan warga binaan itu memanfaatkan dana pertanggungjawaban PT Insight Invesment Manajemen

Jakarta (ANTARA) – Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) menggelar pelatihan usaha sablon pakaian dan servis alat pendingin ruangan terhadap warga binaan, pengangguran, dan masyarakat miskin kota di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

"Peserta juga diberikan pelatihan servis, cuci, dan isi freon AC," kata Ketua Pengurus YIIM, Chrisbiantoro Dewi Astari melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Chrisbiantoro menuturkan pemberdayaan kelompok masyarakat miskin, pengangguran, dan warga binaan itu memanfaatkan dana pertanggungjawaban PT Insight Invesment Manajemen untuk masyarakat.

Pelaksanaan pelatihan digelar dua gelombang untuk usaha servis AC pada 4-6 Maret di Kantor YIIM Komplek Gran Wijaya Center Jakarta Selatan dan pelatihan sablon pakaian di Kantor Balai Pemasyarakatan Jakarta Pusat I yang beralamat di Jalan Percetakan Negara VIII No. 54 Rawasari Jakarta Pusat pada 9-13 Maret.

Chrisbiantoro menuturkan pelatihan tersebut untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi yang menjadi hak asasi manusia untuk mendapatkan pekerjaan dan kehidupan layak bagi seluruh warga.

"Pelatihan ini juga selaras dengan program pemerintah tentang Pembangunan berkelanjutan khususnya angka 1 menghapus kemiskinan dan angka 10 mengurangi ketimpangan sosial," ujar Chrisbiantoro.

Baca juga: Yayasan Inspirasi Indonesia latih warga binaan jadi peracik kopi

Baca juga: Ditjen PAS buka sarana edukasi warga binaan di Bandara Soekarno-Hatta

Baca juga: Masyarakat miskin-warga binaan didorong mandiri berwirausaha

Baca Juga :  Pemprov Jabar akan ekspor kopi langsung ke Georgia

Chrisbiantoro menyatakan YIIM memiliki semangat untuk membangun kewirausahaan yang bersifat sosial dan manfaat jangka panjang dalam menumbuhkan perekonomian masyarakat Indonesia.

Para peserta pelatihan mendapatkan ilmu dan pengetahuan secara teori maupun praktik dari instruktur mengenai perbaikan AC dan teknik sablon pakaian.

Baca Juga :  Dua atraksi wisata di Kudus masuk kalender kegiatan Jateng 2019

Chrisbiantoro mengungkapkan pelatihan servis AC dan sablon pakaian memiliki prospek bagi masyarakat kecil agar bisa mandiri dan memiliki potensi pasar yang bagus.

Sebelumnya, YIIM juga melatih masyarakat miskin perkotaan dan warga binaan melalui wirausaha pembuatan makanan atau kue, peracik kopi, cukur rambut, usaha bakmie, dan lainnya.

Pewarta: Taufik Ridwan
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

Indonesia-Filipina perkuat kerja sama perdagangan

Indonesia-Filipina perkuat kerja sama perdagangan COVID-19 membuat ekonomi Indonesia dan Filipina mengalami kontraksi. Oleh sebab itu, pada JWG kali ini kedua delegasi sepakat memperkuat...

Komisi IV dukung sentra padi terpadu lewat program Kostraling Kementan

Komisi IV dukung sentra padi terpadu lewat program Kostraling Kementan Petani dapat menyesuaikan dengan kearifan lokal setempat yang tentunya akan memberikan nilai plus bagi...

258 hektare tanaman kentang di Karo hancur akibat erupsi Sinabung

258 hektare tanaman kentang di Karo hancur akibat erupsi Sinabung Medan (ANTARA) - Seluas 258 hektare lahan tanaman kentang di tiga kecamatan Kabupaten Karo,...

Pelindo II jamin kelancaran layanan komoditas ke berbagai negara

Pelindo II jamin kelancaran layanan komoditas ke berbagai negara Kami terus melakukan peningkatan layanan untuk memfasilitasi ekspor hasil-hasil pertanian maupun produk perdagangan lainJakarta (ANTARA)...

Kementerian BUMN buka kesempatan milenial menjadi CEO

Kementerian BUMN buka kesempatan milenial menjadi CEO Jakarta (ANTARA) - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuka kesempatan para milenial untuk menjadi chief executive...