Beranda Informasi Emiten diperkirakan naikkan harga jika minuman berpemanis kena cukai

Emiten diperkirakan naikkan harga jika minuman berpemanis kena cukai

Emiten diperkirakan naikkan harga jika minuman berpemanis kena cukai

Tarif cukai ini bakal dibebankan langsung kepada konsumen karena emiten akan mengalami kesulitan dalam menjaga marjin bila menahan atau menunda kenaikan harga

Jakarta (ANTARA) – Bahana Sekuritas memperkirakan emiten akan menaikkan harga jika pemerintah mengenakan cukai terhadap minuman berpemanis untuk menjaga tingkat keuntungan meskipun berdampak pada penurunan penjualan.

Analis Bahana Sekuritas Giovanni Dustin mengatakan dengan pengenaan cukai, sejumlah emiten yang memproduksi minuman yang berpemanis bakal menaikkan harga agar tetap bisa menjaga profitabilitas, yang akan berdampak pada tingkat penjualan.

Ia memperkirakan kenaikan harga akan cukup beragam mulai dari dua persen hingga 17 persen untuk berbagai merek minuman.

Baca juga: Ekonom dukung kebijakan terkait cukai minuman berpemanis dan plastik

"Tarif cukai ini bakal dibebankan langsung kepada konsumen karena emiten akan mengalami kesulitan dalam menjaga marjin bila menahan atau menunda kenaikan harga," ujar Giovanni dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.

Menurut Giovanni, bagi emiten yang lebih sedikit memproduksi minuman berpemanis dan juga yang memproduksi minuman berpemanis dengan target pasar masyarakat kelas menengah-atas, akan terkena dampak yang lebih terbatas dibanding produsen yang menyasar kelas menengah-bawah.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan mengusulkan produk minuman berpemanis akan dikenakan cukai sebesar Rp1.500 per liter untuk teh kemasan. Produksi teh kemasan ini mencapai 2,191 juta liter setiap tahun, dengan potensi penerimaannya mencapai Rp2,7 triliun.

Untuk produk berkarbonasi akan dikenakan cukai sebesar Rp2.500 per liter. Tercatat produksi minuman karbonasi ini mencapai 747 juta liter, dengan potensi penerimaan negara mencapai Rp1,7 triliun.

Baca Juga :  MENGENALI SEJARAH KOPI DI DUNIA

Usulan selanjutnya adalah tarif cukai untuk produk minuman berpemanis lainnya seperti minuman berenergi, kopi, konsentrat dan lainnya sebesar Rp2.500 per liter. Total produksi minuman ini sebesar 808 juta liter dengan potensi penerimaan sebesar Rp1,85 triliun.

Baca Juga :  MENGENALI SEJARAH KOPI DI DUNIA

Baca juga: Kemenperin analisis dampak pengenaan cukai minuman berpemanis

Dengan demikian, total penerimaan negara diperkirakan mencapai Rp6,25 triliun atau sekitar 3,5 persen dari target penerimaan negara sepanjang 2020.

Beberapa emiten yang bisa terkena dampak dari pemberlakukan tarif cukai ini di antaranya PT Mayora Indah dengan kode saham MYOR, PT Unilever Indonesia dengan kode saham UNVR dan PT Indofood CBP Sukses Makmur dengan kode saham ICBP.

Bahana memperkirakan ICBP akan menaikkan harga berkisar 10-17 persen untuk berbagai jenis minuman yang terkena cukai, MYOR diperkirakan akan menaikkan harga sekitar 4-6 persen, sedangkan UNVR bakal menaikkan harga mulai dari 2-9 persen.

Sekuritas milik negara tersebut memperkirakan dampak pengenaan cukai ini terhadap UNVR akan lebih terbatas dibanding dua emiten lainnya, pasalnya berbagai produk minuman yang bakal terkena cukai tersebut lebih banyak menyasar konsumen dengan kelas menengah-atas yang lebih mampu menyerap kenaikan harga tersebut dibandingkan dua emiten lainnya yang lebih banyak menyasar kelas menengah-bawah, yang tentunya akan lebih sulit menyesuaikan daya beli terhadap kenaikan harga.

Baca juga: Pada Raker DPR, Sri Mulyani usul minuman berpemanis jadi kena cukai

‘"UNVR juga diuntungkan karena saat ini masyarakat semakin banyak melakukan migrasi dengan menggunakan produk-produk premium, yang sedang menjadi fokus dari Unilever,’’ kata Giovanni.

Bahana memperkirakan pendapatan UNVR akan mencapai Rp 44,976 triliun pada akhir 2020, dengan laba bersih diperkirakan sebesar Rp 7,907 triliun sepanjang 2020 atau naik sekitar 7 persen dibanding pencapaian tahun lalu.

Baca Juga :  SEDUH KOPI AROMA, PELAJARI DI RUMAH

Rencana pemerintah mengenakan pajak untuk berbagai minuman berpemanis sendiri diharapkan dapat menekan konsumsi gula nasional untuk meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus menambah pendapatan negara.

Baca juga: Wakil Ketua Komisi XI DPR sebut cukai perlu digenjot, ini sebabnya
 

Baca Juga :  Warga sekitar Gunung Rinjani Lombok tanam 10.000 beringin

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

COFFEE MATES HARUS MENGETAHUI PETA KOPI DUNIA

Jika Anda pecinta kopi, tentu tersedia kepuasan tersendiri dikala Anda sanggup menikmati seduhan kopi dari bervariasi biji kopi yang tumbuh di beraneka belahan...

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19 Jakarta (ANTARA) - Pasien sembuh COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga...

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya Surabaya (ANTARA) - Tim Swab Hunter menyasar pelanggar protokol kesehatan khususnya di tempat nongkrong...

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran Mataram (ANTARA) - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara...

Komik "One Piece" dihentikan sementara karena "mangaka" sakit mendadak

Komik "One Piece" dihentikan sementara karena "mangaka" sakit mendadak Oda-sensei saat ini sedang dalam pemulihan, dan manga tersebut akan kembali dalam edisi ke-46 dari...