Luhut ajak Papua kurangi investasi kelapa sawit

0
112

Luhut ajak Papua kurangi investasi kelapa sawit

Investasi kelapa sawit hanya milik investor besar dari luar negeri dan belum tentu menguntungkan masyarakat lokal

Sorong (ANTARA) – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengajak pemerintah dan masyarakat Papua serta Papua Barat untuk mengurangi investasi perkebunan kelapa sawit.

"Investasi kelapa sawit hanya milik investor besar dari luar negeri dan belum tentu menguntungkan masyarakat lokal," kata Luhut Binsar Panjaitan di Sorong, Kamis.

Dia mengatakan bahwa pemerintah saat ini telah melakukan moratorium guna menghentikan penebangan hutan. Jangan ada lagi penebangan hutan di Papua dan Papua Barat.

Menurut dia, pemerintah daerah jangan hanya fokus pada investasi besar apabila merusak hutan, tetapi juga investasi kecil yang bermanfaat bagi masyarakat dan ramah lingkungan.

Ia mengatakan, Papua dan Papua Barat ada berbagai komoditas pertanian seperti pala, kakao, kopi, dan rumput laut yang dapat dikembangkan oleh masyarakat guna pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, Luhut mengajak pemerintah daerah Papua Barat dan Papua agar bekerja keras dan menjalani kerja sama dengan semua sektor guna mengembangkan potensi tersebut.

Tingkatkan mutu pendidikan dengan mengutamakan pendidikan khusus politeknik bidang pertanian dan perikanan demi mewujudkan pembangunan sumber daya alam berkelanjutan.

"Saya mengajak pemerintah dan masyarakat Papua untuk bangkit bekerja keras membangun daerah dengan potensi yang ada serta mengutamakan kelestarian alam demi generasi di masa yang akan datang," tambah dia.

Baca juga: Anggota DPR dukung kebijakan advokasi pemerintah terkait sawit
Baca juga: Jepang ingin impor limbah sawit Indonesia untuk energi

Pewarta: Ernes Broning Kakisina
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.