Beranda Informasi Pelaku usaha kopi berupaya tekan penggunaan wadah plastik

Pelaku usaha kopi berupaya tekan penggunaan wadah plastik

Pelaku usaha kopi berupaya tekan penggunaan wadah plastik

wadah plastik sekali pakai tersebut biasanya dipergunakan untuk para konsumen yang tidak singgah di kedai kopi miliknya itu. Sementara bagi para konsumen menghabiskan waktu di kedainya, akan mempergunakan gelas atau cangkir.

Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Pelaku usaha kopi di Kota Malang, Jawa Timur, berupaya menekan penggunaan wadah plastik sekali pakai untuk mengurangi timbunan sampah plastik.

Pemilik Amstirdam Coffee Siva Raja mengatakan bahwa saat ini Ia dan rekan sesama pelaku usaha kopi di wilayah Kota Malang tengah menggodok formulasi yang tepat untuk menekan penggunaan plastik sekali pakai.

"Kami sedang mencari formula untuk mengurangi penggunaan wadah plastik, karena memang kami berjualan berdasarkan volume dengan margin kecil," kata Siva, di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu.

Baca juga: Kedai kopi tumbuh pesat, Brewfest 2020 berlangsung di Jakarta

Siva menjelaskan, wadah plastik sekali pakai tersebut biasanya dipergunakan untuk para konsumen yang tidak singgah di kedai kopi miliknya itu. Sementara bagi para konsumen menghabiskan waktu di kedainya, akan mempergunakan gelas atau cangkir.

Menurut Siva, salah satu rencana yang akan dilakukan untuk mengurangi penggunaan wadah plastik sekali pakai adalah dengan memberikan potongan harga kepada konsumen yang membawa wadah atau tumbler.

"Mungkin, akan ada potongan harga bagi para konsumen yang membawa tumbler sendiri, masih kami matangkan," kata Siva.

Siva menambahkan, saat ini Ia memiliki tiga outlet di wilayah Kota Malang, dan pada tiap-tiap outlet menjual lebih dari 500 gelas per hari. Penjualan tersebut juga didorong dengan penggunaan aplikasi penyedia jasa layanan antar makanan seperto GoFood atau GrabFood.

Baca Juga :  KOPI SEDUH KELILING, BELAJAR SENDIRI DI RUMAH

"Untuk penggunaan gelas keramik, itu kami gunakan pada saat konsumen minum di seluruh outlet Amstirdam. Namun, untuk yang dibawa, kami masih mencari solusinya," kata Siva.

Baca Juga :  KAIDAH SEDUH KOPI YANG ENAK, SEPERTI INI RAHASIANYA

Baca juga: Ekonom dukung kebijakan terkait cukai minuman berpemanis dan plastik

Bisnis kedai kopi di wilayah Kota Malang saat ini menjamur karena tingkat permintaan konsumen yang tinggi. Dengan pangsa pasar ratusan ribu mahasiswa di wilayah Kota Malang, bisnis tersebut tumbuh dan mampu memperkenalkan kopi ke kalangan anak muda.

Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

COFFEE MATES HARUS MENGETAHUI PETA KOPI DUNIA

Jika Anda pecinta kopi, tentu tersedia kepuasan tersendiri dikala Anda sanggup menikmati seduhan kopi dari bervariasi biji kopi yang tumbuh di beraneka belahan...

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19 Jakarta (ANTARA) - Pasien sembuh COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga...

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya Surabaya (ANTARA) - Tim Swab Hunter menyasar pelanggar protokol kesehatan khususnya di tempat nongkrong...

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran Mataram (ANTARA) - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara...

Komik "One Piece" dihentikan sementara karena "mangaka" sakit mendadak

Komik "One Piece" dihentikan sementara karena "mangaka" sakit mendadak Oda-sensei saat ini sedang dalam pemulihan, dan manga tersebut akan kembali dalam edisi ke-46 dari...