Beranda Informasi Apa itu "marketing influencer platform"?

Apa itu "marketing influencer platform"?

Apa itu "marketing influencer platform"?

Head of Business Development ‪Allstars.id‬, Grady Esmond, di Jakarta, Senin (24/2/2020). (ANTARA/Arindra Meodia)
Jakarta (ANTARA) – Head of Business Development Allstars.id, Grady Esmond, menjelaskan bahwa marketing influencer platform merupakan wadah bagi mereka yang memiliki kehadiran kuat di media sosial atau akrab disebut influencer untuk kemudian dipertemukan dengan merek dagang untuk pemasaran digital.

Grady mengatakan bahwa Allstrars.id, sebagai marketing influencer platform, merupakan agensi bagi influencer. Dia mengibaratkan platform tersebut, sebagai marketplace, layaknya Tokopedia.

"Influencer sebagai tokonya, sementara customer-nya adalah brand," ujar Grady di Jakarta, Senin.

Saat ini, Grady melihat, bisnis marketing influencer semakin menjanjikan, sebab banyak orang yang sudah mulai terbiasa dengan iklan, dan bahkan paham dengan kehadiran iklan digital yang biasa muncul di sosial media.

Sementara itu, masyarakat yang mulai menggunakan media sosial, seperti Instagram, dan mulai meninggalkan media konvensional, televisi misalnya, dan lebih banyak menonton YouTube.

Hal ini, menurut Grady, menguntungkan bagi influencer, untuk lebih memanfaatkan platform yang ada. Sejalan dengan hal itu, merek juga mulai mengetahui bahwa hardselling sudah tidak lagi efektif, dan mulai masuk ke konsumen lewat soft-selling.

“Ke depan akan banyak konten yang tercipta, dan marketing influencer jumlahnya akan terus bertambah," kata Grady.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan saat ini semakin banyak Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang menggunakan untuk pemasaran digital.

“70 persen lebih itu pasti UMKM, 30 persennya mungkin medium dan besar," ujar Grady di Jakarta, Senin, mengacu pada variasi klien Allstar.id.

Baca Juga :  BAGAIMANA MODEL SEDUH KOPI HITAM SENDIRI

"Makanan akan menjadi paling gede, di atas 50 persen itu makanan, karena kita tahu sendiri fnb, kopi kekinian, sekarang mulai menjamur," lanjut Grady.
 

Baca Juga :  Kopi organik Lahat diperkenalkan di Festival Kopi Lampung
Head of Business Development ‪Allstars.id‬, Grady Esmond, di Jakarta, Senin (24/2/2020). (ANTARA/Arindra Meodia)

Lebih jauh, Grady menjelaskan, influencer terdiri dari tiga macam tingkatan. Influencer dengan 10.000-100.000 followers merupakan micro-influencer, sementara mereka yang memiliki 100.000-1 juta followers disebut makro-influencer, sedangkan mereka yang memiliki followers di atas 1 juta adalah mega-influencer.

Menurut Grady, masing-masing influencer pada tingkatannya memiliki peran atau segmentasi yang berbeda-beda. Jika brand ingin meningkatkan awareness agar produknya dapat dikenal lebih luas, maka mega-influencer menjadi pilihan yang tepat karena memiliki lebih banyak followers.

Sementara, bagi brand yang ingin meningkatkan penjualan atau menggerakkan orang untuk melakukan sesuatu, maka dapat menggunakan mikro dan makro-influencer karena kebanyakan dari mereka memiliki ikatan emosional yang kuat dengan para pengikutnya..

Pendapatan para influencer juga ditentukan dari tingkatan tersebut. "Bisa ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Bahkan mega-influencer sekali post bisa sampai Rp50 juta," ujar Grady.

Tantangannya saat ini, Grady menambahkan, adalah influencer itu sendiri. Menurut dia, perlu dilakukan edukasi kepada influencer untuk menginformasikan bagaimana cara berkomunikasi dengan merek sebagai klien, termasuk menentukan rate-card yang tepat.

Sementara, bagi brand yang menggunakan jasa Allstar.id akan dapat dengan mudah memonitor konten yang telah diunggah influencer.

"Yang penting lagi exposure-nya berapa, engagemnet-nya berapa, yang like, komen berapa, itu yang dapat dijadikan indikator bagi brand menggunakan platform kami," ujar Grady.

"Peningkatan setelah menggunakan influencer pasti ada, tapi itu yang layak bicara dari brand-nya," tambah dia.

Baca juga: Perlukah promosi offline dalam digital marketing?

Baca Juga :  Es kopi susu kekinian selebritas paling dicari sepanjang 2019

Baca juga: Pengusaha properti maksimalkan digital marketing

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber ArtikelAntaranews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

Tak ada stok etanol nasional, Swiss kekurangan bahan baku disinfektan

Tak ada stok etanol nasional, Swiss kekurangan bahan baku disinfektan Rasanya tidak bisa bahan baku penting seperti alkohol ini hilang begitu saja ketika pandemi mulai...

Warga Kampung Akuarium terdampak COVID-19 terima bantuan sembako

Warga Kampung Akuarium terdampak COVID-19 terima bantuan sembako Jakarta (ANTARA) - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membagikan kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat di...

Ngopi Bareng Virtual cara KBRI London edukasi WNI saat wabah COVID-19

Ngopi Bareng Virtual cara KBRI London edukasi WNI saat wabah COVID-19 KBRI London terus mengimbau WNI untuk selalu mematuhi langkah-langkah yang ditempuh Pemerintah Inggris...

Kemarin, PSI usul swasta atasi COVID-19 hingga PSBB sisakan celah

Kemarin, PSI usul swasta atasi COVID-19 hingga PSBB sisakan celah Jakarta (ANTARA) - Ragam berita politik yang terjadi Minggu (5/4) disiarkan Antaranews.com, mulai dari...

MELIHAT PERKEMBANGAN KOPI DI DUNIA

Bagi Indonesia, kopi merupakan komoditas yang amat penting. Kopi udah menjadi sumber penghidupan bagi jutaan petani di Indonesia yang menghasilkan kopi yang dinikmati...