Beranda Informasi 210.000 bibit pohon ditanam di hutan lindung Lahat

210.000 bibit pohon ditanam di hutan lindung Lahat

210.000 bibit pohon ditanam di hutan lindung Lahat

Palembang (ANTARA) – Balai Pembenihan Tanaman Hutan Wilayah I Sumatera Selatan bersama Himpunan Mahasiswa Islam MPO Palembang dan warga menanam 210.000 pohon di kawasan hutan lindung Kabupaten Lahat dalam upaya memperbaiki habitat satwa liar, terutama harimau, guna mencegah konflik satwa dan manusia.

Manajer Balai Pembenihan Tanaman Hutan (BPTH) Wilayah I Sumatera Selatan, Riza Yanuardie, mengatakan bahwa kerusakan hutan lindung menjadi salah satu penyebab konflik manusia dengan harimau yang menelan korban jiwa di Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat dalam satu bulan terakhir.

"Ancaman kerusakan habitat satwa masih berpotensi terjadi sehingga kami dan HMI Palembang bersama masyarakat desa sepanjang kawasan hutan lindung menanam 210.000 bibit pohon agar kelestarian lingkungan tetap terjaga," kata Riza Yanuardi di sela kegiatan penanaman pohon, Rabu (18/12).

Penanaman bibit pohon, yang juga ditujukan untuk memperbaiki area-area yang rusak akibat kegiatan pertambangan, dilakukan di Desa Suka Merindu, Desa Tanjung Beringin, Desa Geramat, Desa Lubuk Betung, dan Desa Perangai di Kecamatan Merapi Selatan serta Desa Lebak Budi, Desa Negeri Agung, dan Desa Ulak Pandan di Kecamatan Merapi Barat.

Riza mengatakan, operasi tambang pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) di kawasan hutan lindung telah menyebabkan perubahan fungsi kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS), yang berdampak pada pemanfaatan air di wilayah hilir DAS.

"Untuk itu IPPKH di kawasan hutan lindung Kabupaten Lahat, Muara Enim, dan Kota Pagaralam perlu dievaluasi lagi, terutama komitmennya terhadap lingkungan," katanya.
​​​​​​​
Sementara Ketua HMI (MPO) Palembang, Febri Walanda, mengatakan bahwa inisiatif penanaman pohon merupakan bagian dari upaya menyelesaikan masalah lingkungan yang memicu konflik manusia dengan satwa liar.

Baca Juga :  Dishub merekayasa lalin Kampung Melayu imbas pekerjaan Becakayu

"Penanaman pohon ini juga bentuk kritik kepada perusahaan tambang di Lahat yang masih mengabaikan pelestarian lingkungan, padahal UU No 40 Tahun 2007 sudah mewajibkan tiap perusahaan tambang agar melaksanakan tanggung jawab sosial-lingkungan," katanya.

Baca Juga :  TEKNIK MEMBUAT KOPI SEDUH ENAK, BELAJAR SENDIRI DI RUMAH

Ia menambahkan, penanaman bibit pohon selanjutnya akan dilakukan di kawasan lain yang mengalami kerusakan lingkungan di wilayah Sumatera Selatan.

Baca juga:
Sumber makanan menipis sebabkan harimau keluar teritori di Lahat
Petani kopi tewas diterkam harimau di kawasan hutan lindung Lahat

Pewarta: Aziz Munajar
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

BMKG pasang sistem monitoring gempa di kawasan Danau Toba

BMKG pasang sistem monitoring gempa di kawasan Danau Toba Medan (ANTARA) - BMKG melalui Stasiun Geofisika Deli Serdang secara bertahap telah melakukan pemasangan Earthquake...

Panitia seleksi pemilihan calon Anggota KY gelar wawancara terbuka

Panitia seleksi pemilihan calon Anggota KY gelar wawancara terbuka Jakarta (ANTARA) - Panitia seleksi (pansel) pemilihan calon Anggota Komisi Yudisial (KY) menggelar tahap wawancara...

Pertamina berikan pelatihan bersertifikat kepada peternak sapi

Pertamina berikan pelatihan bersertifikat kepada peternak sapi Pelatihan dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan COVID-19 yakni menjaga jarak. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok dengan waktu...

IPB University luncurkan sistem pemantauan lahan digital

IPB University luncurkan sistem pemantauan lahan digital Sistem monitoring ini sangat penting karena data yang dapat disediakan merupakan data yang benar,Jakarta (ANTARA) - IPB...

Hukum kemarin, tokoh agama tewas ditembak KKB hingga kecelakaan Cipali

Hukum kemarin, tokoh agama tewas ditembak KKB hingga kecelakaan Cipali Jakarta (ANTARA) - Ragam berita hukum di Tanah Air pada Minggu (20/9) menarik dibaca...