Beranda Informasi Nelayan penyuap Gubernur Kepulauan Riau divonis 1,5 tahun penjara

Nelayan penyuap Gubernur Kepulauan Riau divonis 1,5 tahun penjara

Nelayan penyuap Gubernur Kepulauan Riau divonis 1,5 tahun penjara

Jakarta (ANTARA) – Abu Bakar selaku nelayan yang menyuap Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun sebesar Rp45 juta dan 11 ribu dolar Singapura (sekira Rp112 juta) divonis 1,5 tahun penjara ditambah pidana denda sejumlah Rp50 juta subsider kurungan selama 3 bulan.

"Menyatakan terdakwa Abu Bakar telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut sebagaimana dakwaan kesatu. Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Abu Bakar selama 1 tahun dan 6 bulan dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan dan pidana denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan," kata ketua majelis hakim Muhammad Sirad di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu.

Vonis itu lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK yang meminta agar Abu Bakar divonis 2 tahun penjara ditambah denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Putusan itu berdasarkan pasal 5 ayat 1 huruf a UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

"Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Hal-hal yang meringankan terdakwa berlaku sopan di persidangan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa menyesali perbuatannya, terdakwa masih punya tanggungan keluarga," tambah Sirad.

Baca juga: Nelayan penyuap Gubernur Kepri dituntut 2 tahun penjara

Pemberian suap tersebut dilakukan secara bertahap. Pertama, suap senilai Rp45 juta dari rekan Abu Bakar, Kock Meng. Kock Meng yang ingin mengurus izin pendirian restoran di daerah Tanjung Playu namun belum memiliki izin pemanfaatan ruang laut.

Baca Juga :  Telaah
Baca Juga :  SEDUH KOPIMU SUDAHI SEDIHMU, PERHATIKAN TIPSNYA

Pada Oktober 2018, Abu dan Kock Meng menemui kepala bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri Budy Hartono di kantor Budy untuk mengajukan Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang Laut. Kock Meng mengajukan izin di Tanjung Playu, Batam seluas 50 ribu meter persegi sedangkan Abu Bakar mengajukan 20 ribu meter persegi di Jembatan Lima Barelang, Batam.

Budy Hartono menyampaikan syarat pengajuan izin ada biaya pengurusan sejumlah Rp50 juta, biaya itu disetujui.

Uang lalu diberikan oleh Kock Meng dan menyerahkan Rp50 juta kepada Abu Bakar di pelabuhan Sijantung. Selanjutnya Abu Bakar menyerahkan Rp45 juta kepada Budy Hartono di rumah Edy Sofyan pada 7 Mei 2019 sedangkan Rp5 juta digunakan Abu Bakar sebagai biaya operasionalnya.

Budy lalu menemui Edy Sofyan di kedai Kopi Bahagia. Dari sana, keduanya menuju kantor dinas Kelautan dan Perikanan Kepri untuk mengambil berkas proposal konsultan menuju pelabunan Sri Bintan Tanjungpinang.

Setelah keluar dari pelabuhan Sri Bintan Tanjungpinang, Budy diamankan petugas KPK dan ditemukan uang 6.000 dolar Singapura dalam mobil Avanza hitam milik Budy Hartono.

Baca juga: Dua pejabat Kepri didakwa bantu terima suap Gubernur Nurdin Basirun

Baca juga: Pengusaha didakwa suap Gubernur Kepri sekitar Rp56 juta

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

COFFEE MATES HARUS MENGETAHUI PETA KOPI DUNIA

Jika Anda pecinta kopi, tentu tersedia kepuasan tersendiri dikala Anda sanggup menikmati seduhan kopi dari bervariasi biji kopi yang tumbuh di beraneka belahan...

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19 Jakarta (ANTARA) - Pasien sembuh COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga...

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya Surabaya (ANTARA) - Tim Swab Hunter menyasar pelanggar protokol kesehatan khususnya di tempat nongkrong...

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran Mataram (ANTARA) - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara...

Komik "One Piece" dihentikan sementara karena "mangaka" sakit mendadak

Komik "One Piece" dihentikan sementara karena "mangaka" sakit mendadak Oda-sensei saat ini sedang dalam pemulihan, dan manga tersebut akan kembali dalam edisi ke-46 dari...