Demi populerkan kopi lokal, Solok Selatan beri 1.000 gelas kopi gratis

0
84

Demi populerkan kopi lokal, Solok Selatan beri 1.000 gelas kopi gratis

(Pengolahan) kopi di Solok Selatan sudah mulai maju

Padang Aro (ANTARA) – Pengelola Kopi Janggut, salah satu olahan kopi tertua di Solok Selatan, Sumatera Barat, mendorong masyarakat setempat mendukung perkembangan kopi lokal dengan mencintai dan menggunakan produk daerah sendiri.

"(Pengolahan) kopi di Solok Selatan sudah mulai maju. Kami berharap masyarakat turut mendukungnya dengan menggunakan produk (daerah) sendiri," kata Pengelola Kopi Janggut, Turyono di Padang Aro, Sumatera Barat, Sabtu.

Perkembangan kopi di Solok Selatan ditandai dengan tumbuhnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pengolahan kopi yang terus berkembang. Hingga kini sudah 18 UMKM pengolahan kopi konsisten memproduksi kopi bubuk yang dipasarkan hingga keluar daerah.

Kopi Janggut sendiri telah ada sejak 1930 di daerah Sungai Lambai, Kecamatan Sangir, dan hingga kini telah tiga generasi. Kopi tersebut, kata dia, sudah punya pasar sendiri, bahkan menjadi oleh-oleh khas Solok Selatan.

Sementara itu untuk mempopulerkan kopi lokal yang semakin berkembang tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bekerja sama dengan pelaku usaha kopi setempat menyediakan Saribu Galeh atau kopi gratis 1.000 gelas untuk para pengunjung di lokasi finish Tour de Singkarak (TdS) 2019 etape VI.

Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Solok Selatan, Azizah Mutia menyebutkan 1.000 gelas kopi gratis ini untuk memperkenalkan kopi kepada masyarakat setempat agar tak lagi mengonsumsi kopi dari luar.

Dalam pembagian kopi gratis 1.000 gelas tersebut, pihaknya melibatkan 11 UMKM dari 18 UMKM yang ada di Solok Selatan

Menurut dia, semakin banyak masyarakat yang mencicipi kopi Solok Selatan, mereka tahu rasa dan nikmatnya kopi lokal.

Ketua Asosiasi Kopi Minang Sumbar Attila Mijidi Dt Sibungsu mengatakan pemasaran kopi asal Solok Selatan sudah menyebar di seluruh provinsi di Indonesia. "Bahkan telah sampai di Papua," ujarnya.

Solok Selatan sendiri memiliki sejumlah kecamatan yang ideal untuk pengembangan kopi arabika, seperti Kecamatan Sangir, Pauh Duo dan Koto Parik Gadang Diateh.

Baca juga: Kopi jadi produk andalan pelajar Indonesia di Nanjing

Baca juga: Festival Kopi Muria bakal jadi agenda rutin promosikan kopi Kudus

 

Pewarta: Syahrul Rahmat
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.