Benteng kearifan lokal di Sumsel adalah dewan adat, sebut gubernur

Benteng kearifan lokal di Sumsel adalah dewan adat, sebut gubernur

Benteng kearifan lokal di Sumsel adalah dewan adat, sebut gubernur

Oleh karena itu kami mendukung revitalisasi kepengurusan dewan adat dalam upaya mempertahankan kearifan lokal di Sumsel

Palembang (ANTARA) – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan, dewan adat merupakan benteng dalam mempertahankan kearifan lokal di daerah tersebut.

"Oleh karena itu kami mendukung revitalisasi kepengurusan dewan adat dalam upaya mempertahankan kearifan lokal di Sumsel," katanya di Palembang, Rabu.

Ia mengakui punya orientasi khusus sehingga meyakini bahwa dewan adat adalah benteng terbesar dalam mempertahankan kearifan lokal.

"Sekali lagi, kami akan mendukung sepenuhnya gagasan untuk menghidupkan kembali dewan adat di Sumsel," katanya.

Diakuinya bahwa selama ini untuk pembentukan awal — setelah vakum — diminta agar ada kepengurusan baru, dan secepatnya membentuk dewan adat, yang diharapkan sudah ada pada akhir tahun ini.

Gubernur juga mengarahkan agar ada rapat lanjutan antara kepengurusan dewan adat Sumsel dengan Pemerintah Provinsi melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk dilakukan perbaikan pada peraturan daerah (perda) terkait tentang pembentukan lembaga adat di Sumsel.

"Jadi dengan demikian perda itu dapat diperbaharui atau disempurnakan dengan SK Gubernur," katanya.

"Saya tidak ingin Sumsel tidak punya lembaga adat karena melalui lembaga ini maka adat yang ada di Sumsel tidak akan terkikis kemajuan zaman," tambahnya.

Lembaga tersebut nantinya akan berperan untuk mempertahankan adat yang ada dan berlaku di Sumsel.

Ia mengakatan pembentukan pengurus dan ketua lembaga itu harus dilakukan dengan musyawarah dan mempertimbangkan kepahamanannya terhadap adat di Sumsel dan juga seseorang yang bebas dari pengaruh politik.

"Soal siapa ketuanya lakukan musyawarah, asal kita berpegang teguh agar lembaga ini tidak ada keterlibatan unsur politik, dengan wakil ketua yang berasal dari 9 Suku Batanghari. Pilihlah sosok ketua yang jadi representasi adat Sumsel," katanya.

Baca Juga :  KAIDAH MEMBUAT KOPI SEDUH YANG NIKMAT, BELAJAR SENDIRI DI RUMAH

Namun khusus pada tingkat kecamatan diminta sebutan untuk ketuanya diganti saja namanya menjadi "'pesirah adat", demikian Herman Deru.

Baca juga: Pemangku adat Musi Banyuasin diminta lestarikan budaya

Baca juga: "The Ancient Sriwijaya Heritage" Tampilkan Kemilau Songket dan Adat Perkawinan Sumsel

Baca juga: "Kopi Semende" dipromosikan di Amerika Serikat

Pewarta: Ujang Idrus
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumber ArtikelAntaranews

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.