Beranda Informasi Produksi kopi Kulon Progo tumbuh, seiring maraknya kedai kopi

Produksi kopi Kulon Progo tumbuh, seiring maraknya kedai kopi

Produksi kopi Kulon Progo tumbuh, seiring maraknya kedai kopi

Tanaman perkebunan di Kulon Progo sangat heterogen, tidak satu jenis. Cita rasa kopi juga sesuai dengan kondisi tanaman di sekitar tanaman kopi

Kulon Progo (ANTARA) – Realisasi produksi kopi jenis robusta dan arabika di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencapai 437,14 ton biji kopi kering pada Januari sampai Oktober yang dihasikan oleh Kecamatan Girimulyo dan Samigaluh.

Kasi Produksi Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Cahyadi Jono di Kulon Progo, Kamis, mengatakan produksi kopi tahun ini sangat bagus dibandingkan pada 2018 yang hanya mencapai 435 ton biji kering.

"Kenaikan poduksi kopi menang tidak signifikan, karena kondisi tanaman yang perlu dilakukan peremajaan dan perawatan yang intensif," kata Cahyadi.

Ia mengakui kopi hasil perkebunan di Kulon Progo sangat diminati pecinta kopi, karena memiliki cita rasa yang khas. Setiap desa penghasil kopi di Kecamatan Samigaluh dan Girimulyo memiliki ciri khas masing-masing.

"Tanaman perkebunan di Kulon Progo sangat heterogen, tidak satu jenis. Cita rasa kopi juga sesuai dengan kondisi tanaman di sekitar tanaman kopi," katanya.

Cahyadi mengakui saat ini di kawasan Bukit Menoreh banyak tumbuh kedai-kedai kopi, khususnya di Kecamatan Samigaluh dan Girimulyo.  Hal ini tidak terlepas dari pengembangan kawasan agrowisata dan agrobisnis di kawasan itu.

Ia mencontohkan Kopi Suroloyo di Puncak Suroloyo, Kopi Madigondo, Kopi ID di Purwosari. Hal itu berdampak pada pendapatan petani.

Baca Juga :  Ekspor kelinci hias melalui Karantina Pertanian Soetta naik 73 persen

"Kami berkomitmen memberdayakan petani untuk meningkatkan kesejahteraan mereka," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Aris Nugraha mengatakan pihaknya secara bertahap mengembangkan kawasan agrowisata dan agrobisnis dalam rangka mempercepat program Bedah Menoreh untuk sektor perkebunan dan pertanian.

Baca Juga :  Gubernur siap jadikan Kartu Petani Berjaya proyek percontohan nasional

Ia mengatakan beroperasinya Bandara Internasional Yogyakarta dan pengembangan Kawasan Strategis Pembangunan Nasional Borobudur, harus membuat semua sektor berbenah dan berinovasi membuat program pemberdayaan.

"Kami yang membidangi pertanian dan pangan harus terdepan dalam menumbuhkan usaha masyarakat sesuai potensi lokal. Tujuannya, masyarakat tidak menjadi penonton dengan adanya mega proyek nasional di DIY dan Jawa Tengah," katanya.

Pewarta: Sutarmi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

COFFEE MATES HARUS MENGETAHUI PETA KOPI DUNIA

Jika Anda pecinta kopi, tentu tersedia kepuasan tersendiri dikala Anda sanggup menikmati seduhan kopi dari bervariasi biji kopi yang tumbuh di beraneka belahan...

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19 Jakarta (ANTARA) - Pasien sembuh COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga...

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya Surabaya (ANTARA) - Tim Swab Hunter menyasar pelanggar protokol kesehatan khususnya di tempat nongkrong...

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran Mataram (ANTARA) - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara...

Komik "One Piece" dihentikan sementara karena "mangaka" sakit mendadak

Komik "One Piece" dihentikan sementara karena "mangaka" sakit mendadak Oda-sensei saat ini sedang dalam pemulihan, dan manga tersebut akan kembali dalam edisi ke-46 dari...