Beranda Informasi Polda Aceh limpahkan perkara korupsi Rp16,5 miliar ke kejaksaan

Polda Aceh limpahkan perkara korupsi Rp16,5 miliar ke kejaksaan

Polda Aceh limpahkan perkara korupsi Rp16,5 miliar ke kejaksaan

Banda Aceh (ANTARA) – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh melimpahkan berkas perkara beserta tersangka dan barang bukti dugaan korupsi pengadaan penangkap hama tanaman kopi dengan kerugian negara Rp16,5 miliar ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bener Meriah.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh Kombes Pol T Saladin di Banda Aceh, Kamis, mengatakan pelimpahan dilakukan karena penanganan perkara di penyidik sudah selesai dan dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Baca juga: Mantan kadis di Bener Meriah jadi tersangka korupsi Rp16,5 miliar

"Berkas perkara beserta tersangka dan barang bukti diserahkan pada Rabu (9/10). Dalam kasus ini ada empat tersangka serta barang bukti uang tunai mencapai Rp2,3 miliar," kata Kombes Pol T Saladin.

Ia menyebutkan kasus korupsi pengadaan penangkap hama tanaman kopi yang dibiayai APBN 2015 dengan nilai kontrak Rp48,150 miliar mulai ditangani kepolisian sejak 2016 hingga September 2018.

Baca juga: Polda Aceh tuntaskan penyidikan korupsi pembangunan jalan Rp62 miliar

"Kemudian, penanganannya ditingkatkan ke tahap penyidikan terhitung mulai 3 September 2018, dan pada 9 Oktober 2019 dilimpahkan ke kejaksaan," katanya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Ery Apriyono mengatakan dalam kasus tersebut, penyidik telah menetapkan empat tersangka dalam perkara tersebut.

Baca juga: Kejati Aceh tetapkan tersangka korupsi proyek perikanan Rp45,5 miliar

Ke empat tersangka yakni AR selaku kuasa pengguna anggaran yang juga mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bener Meriah. Kemudian, pejabat pembuat komitmen (PPK) berinisial T, kontraktor atau rekanan pengadaan berinisial MU, serta TJ, selaku rekanan yang menerima subkontrak pekerjaan pengadaan penangkap hama tanaman kopi.

Baca Juga :  Mentan minta penegakan hukum terhadap pelaku konversi lahan pertanian

Perwira menengah Polri itu menyebutkan, proyek tersebut dilaksanakan PT Jaya Perkara Grup. Modus dugaan korupsi dilakukan dengan menggelembungkan harga alat penangkap hama kopi hingga dua kali lipat.

Baca Juga :  DPR sampaikan bantuan pada korban banjir di Pengadegan

"Pengadaan penangkap hama tanaman kopi ini dibiayai APBN 2015 dengan anggaran Rp48,150 miliar. Hasil audit terhadap kerugian negara proyek ini mencapai Rp16,5 miliar," katanya.

Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

Anggota DPR apresiasi Kementerian BUMN rombak PTPN

Anggota DPR apresiasi Kementerian BUMN rombak PTPN Saya selaku anggota Komisi VI DPR yang bermitra dengan Kementerian BUMN mendukung perbaikan-perbaikan di PTPN yang dilakukan...

Sejumlah elemen masyarakat Surabaya minta PSBB III dihentikan

Sejumlah elemen masyarakat Surabaya minta PSBB III dihentikan Surabaya (ANTARA) - Sejumlah elemen masyarakat mendatangi gedung DPRD Kota Surabaya, Jatim, Rabu, meminta pelaksanaan pembatasan...

Kurang populer, teh putih simpan segudang khasiat

Kurang populer, teh putih simpan segudang khasiat Jakarta (ANTARA) - Teh putih memang tidak terlalu populer jika dibandingkan dengan teh hijau, namun manfaatnya tidak...

JK Rowling terbitkan dongeng untuk dibaca anak-anak selama penguncian

JK Rowling terbitkan dongeng untuk dibaca anak-anak selama penguncian London (ANTARA) - JK Rowling akan menerbitkan dongeng tentang kebenaran dan penyalahgunaan kekuasaan yang dipublikasikan...

Restrukturisasi, Holding Perkebunan rampingkan jumlah direksi 13 PTPN

Restrukturisasi, Holding Perkebunan rampingkan jumlah direksi 13 PTPN Pergantian ini sejalan dengan program transformasi grup perusahaan yang berkomitmen untuk meningkatkan kinerja perusahaanJakarta (ANTARA) -...