Dekranasda Jatim buka pasar Eropa melalui kolaborasi

Dekranasda Jatim buka pasar Eropa melalui kolaborasi

Dekranasda Jatim buka pasar Eropa melalui kolaborasi

Masalahnya di desain dan taste, itu yang tidak bisa dibeli

Surabaya (ANTARA) – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur membuka pasar di Eropa melalui kolaborasi dengan salah satu rumah kriya di Prancis, Ithemba Design Ethik.

"Melalui kolaborasi ini diharapkan perajin asal Jatim memiliki perspektif nilai jual yang dihargai pembeli di Eropa," ujar Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin ditemui di sela gelaran Jatim Fair 2019 di Surabaya, Selasa.

Menurut dia, kesulitan perajin lokal memasarkan hasil kerajinan tangannya ke Eropa bukan karena kualitas produk dan bahan yang buruk, namun lebih ke soal mata dan taste atau rasa.

"Sebenarnya kualitas tidak jelek. Masalahnya di desain dan taste, itu yang tidak bisa dibeli. Makanya harus ada kolaborasi dengan praktisi yang tinggal di sana," katanya.

Baca juga: Gubernur harapkan Jatim Fair memotivasi UMKM tembus pasar ekspor

Di tempat sama, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa kedatangan Ithemba juga akan membagikan informasi dan mempelajari beberapa potensi kriya di Jatim.

"Terlebih, sebelumnya Ithemba juga telah membawa produk-produk kerajinan dari Asia Tenggara ke Eropa," katanya.

Pemilik Ithemba Design Ethik Paris, Amine Trabelsi, yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan Jatim kaya akan teknik kerajinan tangan dan yang paling diminatinya adalah batik.

"Batik sangat menarik, termasuk produk perhiasan dan kerajinan tangan kayu. Banyak yang menarik di sini dan kami mencoba mengerjakannya," katanya.

Baca juga: Taiwan ingin Jatim tingkatkan ekspor kopi

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Perekonomian Setdaprov Jatim Dyah Wahyu Ermawati menyampaikan, dari 540 stan yang dipamerkan, terdapat tampilan produk UMKM dan inovasi unggulan OPD, serta produk-produk unggulan dari provinsi di luar Jatim.

Baca Juga :  MELIHAT KOPI YG TERKENAL DI DUNIA

Selain pameran produk, Jatim Fair yang digelar 8-13 Oktober 2019 di Grand City tersebut juga diikuti "Annual Economic Gathering of Indonesia" (AEGIS) 2019 yang bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri.

"Kami juga ingin sekaligus mempromosikan potensi Jatim tidak hanya melalui pameran, tapi juga diajak mengunjungi potensi wisata unggulan di Jatim, salah satunya di Gunung Bromo," tuturnya.

Baca juga: Belarus tawarkan kerja sama dagang, buka peluang ekspor produk Jatim

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumber ArtikelAntaranews

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.