Beranda Informasi Pemkot Makassar serius tangani pengungsi dari Wamena

Pemkot Makassar serius tangani pengungsi dari Wamena

Pemkot Makassar serius tangani pengungsi dari Wamena

Makassar (ANTARA) – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar secara serius menangani persoalan terkait masyarakat asal Sulawesi Selatan yang saat ini masih mengungsi dari Wamena, ke Jayapura, Provinsi Papua, hingga yang tiba di Kota Makassar.

"Untuk penanganan bagi pengungsi dari Wamena, di pelabuhan maupun bandara sudah disiapkan tim medis yang berjaga-jaga memberikan perawatan bagi para pengungsi, termasuk ambulans juga disiapkan," sebut Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, M Iqbal Samad Suhaeb, Jumat.

Ia mengatakan pemerintah kota saat ini secara serius menangani masyarakat asal Makassar maupun Sulawesi Selatan yang saat ini masih berada di Wamena Papua untuk bisa dipulangkan sementara.

Baca juga: IKT berangkatkan 140 pengungsi asal Wamena ke Makassar

Bersama dengan Pemerintah Provinsi Sulsel, pihaknya senantiasa melakukan koordinasi dengan pemerintah Papua untuk mengetahui dan mengecek kondisi serta kabar dari masyarakat asal Sulsel.

Mengenai warga yang kini sudah dievakuasi dan dipulangkan ke Makassar, kata dia, juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

"Sejauh ini, masih ada warga Makassar dan Sulsel yang menunggu jadwal untuk dipulangkan ke Makassar," tutur Iqbal.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin menuturkan akan selalu siap untuk memeriksa kesehatan para pengungsi.

"Sudah tiga hari ini tim medis dari Dinkes Makassar berada di lokasi baik pelabuhan maupun bandara. Alhamdulillah, tidak ditemukan gejala penyakit serius yang membutuhkan pertolongan lanjut. Rata-rata pengungsi mengalami demam biasa," katanya.

Baca juga: Personel Polda Sulawesi Selatan hibur anak pengungsi Wamena

Selain dari tim medis, Pemerintah Kota Makassar juga menghadirkan pendampingan khusus untuk membantu penyembuhan trauma para pengungsi. Beberapa bus juga nampak berjejer dan siap untuk membawa para pengungsi ke daerah asalnya.

Baca Juga :  DI MANA SAJAKEDAI KOPI TERPOPULER DUNIA
Baca Juga :  JANGAN SALAH MODEL SEDUH KOPI HITAM YANG ENAK BERSAMA KAWAN

Sebelumnya, 2 Oktober 2019 sebanyak 170 pengungsi dari Wamena tiba di Bandara Lanud Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulsel. Dari jumlah itu, 50 orang pengungsi diantaranya warga Sulsel dan selebihnya warga pulau Jawa. Usai transit di bandara AU itu, 120 orang pengungsi sisanya di terbangkan ke kampung halamannya.

Sementara hari ini, Jumat, 4 Oktober 2019, sebanyak 55 orang pengungsi Wamena asal Sulsel tiba di Pelabuhan Makassar eks Sukarno Hatta.

Kedatangan mereka disambut langsung Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb, didampingi Kadis Kesehatan Naisyah Tun Azikin, dan Kadis Sosial Kota Makassar Mukhtar Tahir.

Baca juga: Tim medis siap siaga jemput pengungsi Wamena di Makassar

Pengungsi terlihat senang bercampur haru sesaat tiba di pelabuhan setempat, setelah menempuh beberapa hari perjalanan melewati lautan serta masih mengalami rasa traumatik selama perjalanan hingga tiba di Makassar.

Pada kesempatan itu, Iqbal juga memberikan semangat dan dukungan morilnya kepada para pengungsi di ruang tunggu sambil terlihat bercakap dengan mereka dan menanyakan kondisi kesehatan serta apa saja yang mereka alami di Wamena saat terjadi kerusuhan.

"Alhamdulillah saat ini sebanyak 55 orang asal Sulsel telah tiba di kota Makassar. Kita berharap agar seluruh pengungsi asal Sulsel dapat segera dievakuasi dan selanjutnya diberikan perhatian khusus agar kembali dapat melanjutkan kehidupan normal," katanya

Dari jumlah 55 orang pengungsi tersebut, dirincikan 34 orang laki-laki, 14 orang wanita, dan tujuh orang anak-anak. Daerah asal pengungsi yang tiba di Pelabuhan Makassar yaitu dari Kabupaten Luwu Timur, Kota Palopo, Kabupaten Jeneponto, Bantaeng dan Sinjai.

Di hadapan Pj Wali Kota Makassar, Ebe salah seorang pengungsi asal Jeneponto yang selamat dari kejadian itu menuturkan, bagaimana ia berjuang bersama orang lainnya menyelamatkan diri saat insiden itu terjadi.

Baca Juga :  SEDUH KOPI AROMA, ALA BARISTA
Baca Juga :  Petani kopi Banyuwangi dapat permintaan ekspor 600 ton ke Swiss

"Saya dari Jeneponto Pak, di Wamena berjualan kopi. Waktu kejadian, semua tidak tahu. Saat itu kami berhamburan mencari pertolongan. Ada yang tidak sempat melarikan diri, itu jadi korban. Alhamdulillah, saya bersama anak-anak masih bisa lari dan selamat, sekarang sudah tiba di Makassar," ucapnya terharu.

Para pengungsi yang tiba di pelabuhan Makassar sudah disiapkan makanan dan asupan gizi lainnya. Tim medis dan para relawan telah siap memberikan perawatan hingga disediakan Bus untuk membawa pengungsi ke daerah asalnya juga disiapkan pemerintah setempat.

Baca juga: Penjabat Wali Kota Makassar sambut 55 pengungsi dari Wamena
Baca juga: Perusuh sempat masuk ke sekolah saat kerusuhan terjadi di Wamena

 

Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

COFFEE MATES HARUS MENGETAHUI PETA KOPI DUNIA

Jika Anda pecinta kopi, tentu tersedia kepuasan tersendiri dikala Anda sanggup menikmati seduhan kopi dari bervariasi biji kopi yang tumbuh di beraneka belahan...

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19 Jakarta (ANTARA) - Pasien sembuh COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga...

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya Surabaya (ANTARA) - Tim Swab Hunter menyasar pelanggar protokol kesehatan khususnya di tempat nongkrong...

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran Mataram (ANTARA) - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara...

Komik "One Piece" dihentikan sementara karena "mangaka" sakit mendadak

Komik "One Piece" dihentikan sementara karena "mangaka" sakit mendadak Oda-sensei saat ini sedang dalam pemulihan, dan manga tersebut akan kembali dalam edisi ke-46 dari...