Beranda Informasi Kemenperin sebut IKM olahan kopi tumbuh pesat

Kemenperin sebut IKM olahan kopi tumbuh pesat

Kemenperin sebut IKM olahan kopi tumbuh pesat

merayakan budaya dan gaya hidup minum kopi

Jakarta (ANTARA) – Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyampaikan bahwa industri kecil menengah (IKM) pengolahan kopi tumbuh pesat, terutama karena didukung 13 sentra produksi kopi yang tersebar di berbagai wilayah.

Ke-13 wilayah sentra pengolahan kopi tersebut antara lain di Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Papua dengan total sebanyak 476 unit usaha.

“Oleh karena itu, produksi kopi nasional masih berpeluang besar untuk terus ditingkatkan, termasuk sektor IKM. Dengan potensi bahan baku yang sangat besar, perlu terus dikembangkan agar menghasilkan produk olahan yang bernilai tambah tinggi, termasuk untuk memenuhi pasar ekspor,” kata Gati lewat keterangannya diterima di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Jember kembangkan IKM berbasis kopi dan coklat

Gati menyebutkan sejak 2013-2017, volume ekspor kopi Indonesia rata-rata mencapai 458 ribu ton per tahun.

Menurut Gati, pemerintah terus mendorong diversifikasi produk industri untuk mengisi pasar ekspor produk olahan melalui penyiapan SDM kompeten serta meningkatkan penguasaan pengembangan inovasi teknologi pangan, efisiensi proses pengolahan dan penjaminan mutu produk.

Terkait potensi kopi di Indonesia, Gati menyebutkan pihaknya mendukung Provinsi Jambi sebagai tuan rumah perayaan Hari Kopi Internasional 2019.

Saat ini, Jambi telah mempunyai dua indikasi geografis yang terdaftar untuk kopi, yaitu Kopi Arabika Sumatera Koerintji dan Kopi Liberika Tungkal Jambi yang dikenal mempunyai citarasa yang khas.

Baca Juga :  SEDUHAN KOPI NIKMAT, SEPERTI INI RAHASIANYA

“Perayaan yang dilakukan setiap tahun ini bertujuan untuk merayakan budaya dan gaya hidup minum kopi yang sudah mengakar kuat di masyarakat Indonesia,” terangnya.

Baca Juga :  Satu pengendara terluka akibat tabrakan beruntun di Duren Sawit

Baca juga: Kemenperin gencar kembangkan SDM industri kopi

Selain itu, perayaan tersebut dilakukan untuk memberikan semangat dan apresiasi kepada petani kopi melalui gerakan peningkatan pendapatan petani, peningkatan produktivitas dan kualitas kopi nusantara.

Selanjutnya juga untuk mempromosikan peningkatan konsumsi kopi di dalam negeri dan menggairahkan ekspor produk kopi Indonesia ke pasar internasional.

“Perayaan Hari Kopi Internasional ini pada akhirnya bertujuan meningkatkan kesejahteraan seluruh pelaku pada rantai nilai perkopian Indonesia dari petani, industri sampai dengan penyedia jasa retail kopi,” ujarnya.

Selain Jambi, Provinsi Bengkulu juga salah satu penghasil kopi yang cukup besar dengan rata-rata 56,88 ribu ton per tahun dari jenis kopi robusta dan arabika.

“Kami juga mendukung Bengkulu terpilih sebagai tuan rumah perayaan Hari Kopi Internasional pada tahun depan yang akan berlangsung di bulan Oktober 2020 nanti,” tuturnya.

Baca juga: Santripreneur dongkrak nilai jual dan produksi kopi Ponpes Al Ittifaq

Menurut Gati, Bengkulu merupakan salah satu provinsi yang masuk ke dalam “segitiga emas” kopi, bersama Lampung dan Sumatera Selatan. “Khususnya jenis robusta. Dari rasanya, kopi Bengkulu pun sudah diakui enak,” imbuhnya.

Bengkulu menjadi tempat bagi 66.999 petani kopi di 10 kabupaten/kota, dan 64.632 petani penanam kopi robusta. Hasil produksinya mencapai 55.168,9 ton (per tahun 2016). Sementara untuk kopi arabika, jumlah petaninya sekitar 2.367 petani, dengan hasil produksi 1.506 ton.

Melalui potensi yang dimiliki, membuat Pemprov Bengkulu berencana mengadakan Konferensi Kopi Dunia. Saat ini, di Bengkulu, terdapat 146 pemilik usaha kopi yang masuk kategori sektor IKM.

Baca Juga :  Sesmenkop UKM ingin pengembangan UMKM tiru Jepang-Korsel

Baca juga: Ekspor kopi olahan nasional naik 10 persen

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Baca Juga :  Layanan SIM Keliling di Jakarta ada di lima lokasi

Sumber ArtikelAntaranews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

258 hektare tanaman kentang di Karo hancur akibat erupsi Sinabung

258 hektare tanaman kentang di Karo hancur akibat erupsi Sinabung Medan (ANTARA) - Seluas 258 hektare lahan tanaman kentang di tiga kecamatan Kabupaten Karo,...

Pelindo II jamin kelancaran layanan komoditas ke berbagai negara

Pelindo II jamin kelancaran layanan komoditas ke berbagai negara Kami terus melakukan peningkatan layanan untuk memfasilitasi ekspor hasil-hasil pertanian maupun produk perdagangan lainJakarta (ANTARA)...

Kementerian BUMN buka kesempatan milenial menjadi CEO

Kementerian BUMN buka kesempatan milenial menjadi CEO Jakarta (ANTARA) - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuka kesempatan para milenial untuk menjadi chief executive...

Angkasa Pura I dorong UMKM "naik kelas"

Angkasa Pura I dorong UMKM "naik kelas" Jakarta (ANTARA) - PT Angkasa Pura I (Persero) mendorong UMKM "naik kelas" dengan menyediakan dan menempatkan produknya...

Deputi: Rumah BUMN momentum baru untuk berkolaborasi

Deputi: Rumah BUMN momentum baru untuk berkolaborasi diharapkan bisa dikoordinir oleh para CEO milenialJakarta (ANTARA) - Deputi Sumber Daya Manusia, Teknologi dan Informasi Kementerian...