Indonesia catat transaksi 2,3 juta dolar AS di pameran Australia

0
108

Indonesia catat transaksi 2,3 juta dolar AS di pameran Australia

Jakarta (ANTARA) – Indonesia berhasil meraih nilai transaksi sebesar 2,38 juta dolar AS untuk produk makanan dan minuman (mamin) unggulan di Pameran Fine Food Australia 2019 yang berlangsung pada 9-12 September 2019 di International Convention Center (ICC) Sydney Darling Harbour, Australia.

Fine Food Australia merupakan pameran tahunan industri mamin olahan terbesar di Australia.

“Nilai ini meningkat hampir dua kali lipat dari tahun lalu yang tercatat sebesar 1,3 juta dolar AS. Capaian ini menunjukkan bahwa produk mamin Indonesia semakin digemari di pasar Australia,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Dody Edward lewat keterangannya di Jakarta, Senin.

Baca juga: Paviliun Indonesia dipadati pengunjung pada London Coffee Festival

Pada keikutsertaan kali ini, Paviliun Indonesia dibuka secara resmi oleh Duta Besar RI untuk Australia Kristiarto Legowo.

Paviliun Indonesia menampilkan lima perusahaan Indonesia di sektor mamin, yaitu PT Dua Kelinci, PT Helmigs Prima Sejahtera, PT Sari Segar Husada, PT Garuda Top Plasindo, dan PT Kampung Kearifan Indonesia.

Baca juga: Persiapan Expo 2020 Dubai, pemerintah bangun Paviliun Indonesia

Selain itu, juga ditampilkan tiga distributor produk Indonesia di Australia yaitu Eastern Cross Trading Co., Sony Trading P/L, dan Grein Australia P/L.

Paviliun Indonesia terletak pada posisi strategis, yaitu dekat pintu masuk utama di bagian 'Flavours of the World'. Tercatat sekitar 2.200 pengunjung dari berbagai kalangan, seperti pelaku usaha, mahasiswa, wisatawan, serta masyarakat umum mengunjungi Paviliun Indonesia.

"Selain melakukan promosi produk-produk unggulan, keikutsertaan Indonesia di pameran ini menjadi ajang untuk melakukan kontak dengan para pelaku industri yang bergerak di sektor makanan dan minuman, inovasi mesin-mesin kemasan, perlengkapan katering, aneka kue, kopi, teh, daging, makanan laut, hingga produk organik," jelas Dody.

Partisipasi Indonesia terwujud atas kerja sama Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney, Atase Perdagangan RI di Canberra, dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney.

Baca juga: Presiden ingin Paviliun Indonesia tampil futuristik di World Expo

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.