Kasus istri bunuh suami, tujuh pelaku ditangkap, satu dalam pengejaran

0
104

Kasus istri bunuh suami, tujuh pelaku ditangkap, satu dalam pengejaran

Jakarta (ANTARA) – Polda Metro Jaya masih mengejar satu orang yang terlibat dalam kasus pembunuhan berencana ayah-anak yang jasadnya dibakar di dalam mobil di Sukabumi, Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan tersangka yang kini dalam pengejaran petugas itu berinisial A.

Baca juga: Kasus istri bunuh suami, tiga buronan sembunyi di kebun kopi OKU

Baca juga: Kasus istri bunuh suami, polisi tangkap tiga tersangka baru

Baca juga: Istri bunuh dan bakar jasad suami sempat ingin membeli senjata api

Baca juga: Pelaku pembunuhan suami dan anak menyewa pembunuh bayaran

"Satu tersangka yang berinisial A itu sekarang belum kita temukan, kita belum tahu dia itu seperti apa dan sekarang ada dimana," kata Argo di Jakarta, Jumat.

Argo juga enggan merinci peran tersangka A dalam kasus ini, karena proses penyelidikan masih berlangsung.

"Nanti kita temukan semua, kalau sudah ketemu baru kita bisa mendapatkan (perannya)," tambahnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menahan tujuh tersangka yang terlibat dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Edi Chandra Purnama alias Pupung (54) dan anaknya M. Adi Pradana alias Dana (23).

Kasus pembunuhan itu didalangi oleh Aulia Kesuma (45) yang tidak lain adalah istri Edi dan ibu tiri Dana. Dalam menjalankan aksinya Aulia dibantu oleh anaknya Giovani Kelvin (25), dan dua pembunuh bayaran Kusmawanto Agus alias A dan Muhammad Nur Sahid alias S.

Sedangkan Tiga tersanga lainnya adalah RS alias Rodi (36), Supriyanto alias Alpat (20) dan K alias Tini (43) yang terlibat dalam merancang skenario pembunuhan.

Tujuh tersangka tersebut kini ditahan di Polda Metro Jaya dan dijerat dengan Pasal 340 KUHP Jo Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan atau pembunuhan dengan ancaman hukuman mati, atau penjara seumur hidup, atau penjara minimal 20 tahun.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.