Beranda Informasi Petani kopi diserukan gabung dalam koperasi, tingkatkan daya saing

Petani kopi diserukan gabung dalam koperasi, tingkatkan daya saing

Petani kopi diserukan gabung dalam koperasi, tingkatkan daya saing

Dalam bentuk koperasi petani sangat diuntungkan. Tanpa koperasi, petani pasti dikerjain tengkulak

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) menginginkan agar skala ekonomi petani kopi agar dapat ditingkatkan melalui wadah usaha, khususnya koperasi, dalam rangka meningkatkan daya saing di tingkat global.

"Petani kopi kalau hanya sendiri-sendiri dengan menawarkan produksi yang terbatas akan sulit bersaing mendapatkan harga tinggi. Lebih baik petani yang produksinya kecil berkumpul dan menjual produknya bersama lewat koperasi. Skala ekonominya lebih besar," kata Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, Victoria br Simanungkalit dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan Kemenkop dan UKM saat ini melakukan edukasi kepada petani agar memandang komoditas kopi sebagai sebuah industri.

Dengan demikian, lanjutnya, maka petani juga akan menyadari bahwa mereka ada dalam sebuah ekosistem dan berperan sebagai bagian utama dari proses bisnis kopi.

Untuk itu, Victoria mengatakan adanya kelembagaan usaha yakni koperasi adalah solusi bagi petani kopi. "Koperasi sudah terbukti sebagai usaha bersama demi kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pemodal. Petani kopi dapat meningkatkan skala ekonominya dengan bergabung dalam koperasi," ujarnya.

Menurut dia, melalui koperasi petani lebih mudah dapat memahami struktur pasar kopi, melakukan investasi dan meningkatkan nilai tambah dari komoditas yang mereka hasilkan.

Pemerintah akan membantu dalam peningkatan daya saing, antara lain dengan standarisasi, akses pembiayaan, aspek perdagangan dan aspek lainnya.

Baca Juga :  Ayo manfaatkan lima lokasi layanan SIM Keliling di Jakarta

Sementara itu, Pendiri Koperasi Kopi Mitra Malabar Dhanny Rhismayaddi mengungkapkan meski industri kopi begitu menggeliat saat ini petani kopi pada umumnya masih terbelenggu dalam kemiskinan.

Baca Juga :  UPDATE TERBARUNAMA KOPI TERPOPULER DI DUNIA

Dhanny menegaskan petani kopi hanya bisa bersaing jika berkelompok atau berkoperasi. Namun, sayangnya petani kopi yang tergabung dalam koperasi masih sedikit.

"Dalam bentuk koperasi petani sangat diuntungkan. Tanpa koperasi, petani pasti dikerjain tengkulak," kata Dhanny. Menurut dia, dengan bergabung dalam koperasi, tengkulak akan sulit  melawan petani yang terikat  menjual panennya ke koperasi. Akibatnya harga kopi di tingkat petani membaik.

Ia menyebutkan harga green bean Rp70.000 – 150.000/kg, sedangkan harga cherry Rp5.500 – 7.500/kg. Para tengkulak biasanya mengambil kopi gabah dengan harga seperempat dari harga kopi green bean.

BI bantu petani kopi Jabar

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

Kemenparekraf pastikan pembangunan "creative hub" terus berlanjut

Kemenparekraf pastikan pembangunan "creative hub" terus berlanjut Dari lima destinasi prioritas, baru ada empat lokasi creative hubJakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif...

DAFTAR TERBARU KOPI YG TERSOHOR DI DUNIA

tiap-tiap negara dan paling utamanya adalah kopi. Terlepas bagaimana Anda minum kopi dan apapun alasannya perihal paling penting sebenarnya mampu merasakan rasanya, aroma seduhan...

Mengupas delirium, penyakit bingung mendadak

Mengupas delirium, penyakit bingung mendadak Dari sisi usia, delirium mudah dibedakan dari demensiaJakarta (ANTARA) - Dalam dunia kedokteran, delirium disebut juga sebagai keadaan bingung...

Cek empat lokasi SIM Keliling di Jakarta pada Jumat ini

Cek empat lokasi SIM Keliling di Jakarta pada Jumat ini Jakarta (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyediakan layanan SIM Keliling untuk...

MPU kaji soal domino akibat mulai marak di Banda Aceh

MPU kaji soal domino akibat mulai marak di Banda Aceh menyia-nyiakan waktu, juga mendekati perjudianBanda Aceh (ANTARA) - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU/MUI) Kota Banda...