Beranda Informasi Pustakawan kampanyekan gemar membaca melalui kedai kopi di CFD

Pustakawan kampanyekan gemar membaca melalui kedai kopi di CFD

Pustakawan kampanyekan gemar membaca melalui kedai kopi di CFD

Sejumlah pelanggan kedai kopi literasi milik Afiyon Kristiyan memanfaatkan fasilitas perpustakaan keliling di area "car free day" Jalan Jenderal Sudirman, Tosari, Jakarta, Minggu (14/7/2019). (ANTARA News/Aditya Pradana Putra)
Jakarta (ANTARA) – Seorang pustakawan, Afiyon Kristiyan mengampanyekan budaya gemar membaca melalui kedai kopi yang dioperasikan saat berlangsungnya Hari Bebas Kendaraan Bbermotor atau car free day (CFD) di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu pagi.

Melalui kedai yang menyajikan berbagai jenis kopi lokal dari sejumlah daerah di Indonesia, Afiyon juga menyediakan sekitar seribu buku di mobil yang didesain khusus menjadi perpustakaan keliling.

"Selain itu, saya juga mengampanyekan budaya gemar membaca ini melalui program Barter Buku Dengan Kopi," kata pria yang akrab dipanggil Ian.

Dengan mendonasikan minimal satu buku, kata Afiyon, donatur akan mendapatkan satu botol kopi sekaligus berkontribusi pada upaya untuk meningkatkan budaya membaca di masyarakat, khususnya anak-anak.

Kini, 50 persen dari sekitar seribu buku koleksi perpustakaan Afiyon merupakan sumbangan dari pelanggan kedai "Litt Coffee" miliknya.

"Tingkat literasi masyarakat di Indonesia lebih rendah dibandingkan yang ada di negara-negara lain," kata pria yang telah bekerja selama 12 tahun sebagai pustakawan itu.

Karena itu, sebagai pustakawan, Afiyon bertanggung jawab untuk berkontribusi memperbaiki kondisi rendahnya tingkat literasi masyarakat Indonesia.

Sejumlah pelanggan kedai kopi literasi milik Afiyon Kristiyan memanfaatkan fasilitas perpustakaan keliling di area "car free day" Jalan Jenderal Sudirman, Tosari, Jakarta, Minggu (14/7/2019). (ANTARA News/Aditya Pradana Putra)

"Karena saya juga pecinta kopi, saya ingin mengemas kampanye budaya membaca menjadi lebih menarik dengan membuka kedai keliling," kata aktivis literasi yang menjabat sebagai Koordinator Program Asosiasi Pekerja Informasi Profesional Sekolah Indonesia (Apisi).

Baca Juga :  ADAKAH METODE SEDUH KOPI TERBAIK BERSAMA KAWAN

Dia mengatakan, kedai kopi literasi yang dibuat ini sudah sekitar tujuh bulan beroperasi.

"Karena aktivitas saya yang padat sebagai pustakawan di salah satu sekolah di Tangerang, kedai kopi literasi ini hanya saya buka pada hari Minggu saat berlangsungnya CFD saja," kata pemilik kedai yang bertempat di sisi barat Halte Trans-Jakarta Tosari, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.

Baca Juga :  FY pelaku penyiram cairan kimia akui meracik sambil ngopi

Selain sebagai kampanye budaya membaca, kedai miliknya juga sekaligus untuk mengedukasi mengenai kopi nusantara yang kaya ragam.

"Dengan kopi murah seharga Rp13.000-Rp15.000 per gelas diharapkan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Semua bisa merasakan sensasi minum kopi sambil membaca buku di tepi jalan," kata Afiyon berpromosi.

Baca juga: KPAI dorong edukasi dan literasi cegah perdagangan orang
Baca juga: Meningkatkan kualitas masyarakat lewat Kampung Literasi Jatipulo
Baca juga: KPAI nilai literasi digital anak perlu ditingkatkan

Dia berharap pada masa mendatang kedai kopi yang diaperasikan bersama dua kawan gurunya, Bram Sivadjati dan,Zulfan Hartadi, itu bisa menempati tempat yang permanen dan resmi.

Dengan begitu, kata dia, kampanye gemar membaca dan edukasi kopi bisa dilakukan secara lebih lama dan luas jangkauannya, tidak hanya di area CFD Jakarta setiap Minggu saja.

"Saya berencana juga akan membuat pelatihan menulis, mendongeng, hingga pelatihan mengolah kopi di tempat yang saya impikan itu," kata Afiyon.

Sementara itu, salah satu pelanggan kedai kopi literasi milik Afiyon, Median Sidik mengaku takjub dan sebelumnya tidak pernah menemukan konsep kedai kopi keliling dengan perpustakaan keliling seperti yang dijalankan Afiyon.

"Cara kreatif seperti ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan budaya membaca masyarakat Indonesia yang rendah," kata Sidik.

Baca Juga :  SELEMBAR SEJARAHKOPI YG TERPOPULER DI DUNIA
Sejumlah pelanggan kedai kopi literasi milik Afiyon Kristiyan memanfaatkan fasilitas perpustakaan keliling di area "car free day" Jalan Jenderal Sudirman, Tosari, Jakarta, Minggu (14/7/2019). (ANTARA News/Aditya Pradana Putra)

Penyanyi jalanan yang mempelopori gerakan literasi

Pewarta: Aditya Pradana Putra
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumber ArtikelAntaranews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

Rasa Indonesia di menu McD, burger nasgor hingga es krim teh botol

Rasa Indonesia di menu McD, burger nasgor hingga es krim teh botol Burger Nasi Goreng Spesial (HO/McDonald's Indonesia) Jakarta (ANTARA) -...

Ahad, SIM Keliling di Jakarta ada di tiga lokasi

Ahad, SIM Keliling di Jakarta ada di tiga lokasi Jakarta (ANTARA) - Pada hari Ahad 9 Agustus 2020, layanan Surat Izin Mengemudi (SIM) Keliling...

KLHK: Bengkulu harus miliki strategi kembangkan daerah berbasis hutan

KLHK: Bengkulu harus miliki strategi kembangkan daerah berbasis hutan Bengkulu dengan kondisinya 43 persen lebih hutan harus memiliki strategi berbasis hutanRejang Lebong (ANTARA) -...

INILAH SEPULUH COFFEE TERSOHOR DI DUNIA

tiap tiap negara dan paling utamanya adalah kopi. Terlepas bagaimana Anda minum kopi dan apa-pun alasannya perihal paling utama sebenarnya dapat merasakan rasanya, aroma...

Kementan sarankan Belitung integrasikan perkebunan lada dan kopi

Kementan sarankan Belitung integrasikan perkebunan lada dan kopi Jika ingin mencari tambahan lain mungkin bisa mengatur pola tanam, kalau selama ini hanya lada saja...