Beranda Informasi Kampanye kopi digiling bukan digunting tambah nilai ekonomi kopi

Kampanye kopi digiling bukan digunting tambah nilai ekonomi kopi

Kampanye kopi digiling bukan digunting tambah nilai ekonomi kopi

Ekonomi kreatif memang harus dikembangkan lewat kampanye kreatif serupa agar investor lebih mengenal produk yang ingin dipasarkan.

Jakarta (ANTARA) – Kampanye kopi digiling bukan digunting, menurut Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Fadjar Hutomo, sukses menambah nilai ekonomi komoditas kopi di Indonesia.

"Outlet-outlet kopi dan bisnis kopi Indonesia sudah dilirik oleh investor luar. Mereka bahkan berani menanamkan modal Rp120 miliar untuk itu," ujar Fadjar di Jakarta, Selasa.

Menurut Fadjar, ekonomi kreatif memang harus dikembangkan lewat kampanye kreatif serupa agar investor lebih mengenal produk yang ingin dipasarkan.

"Sejauh pengamatan yang kami lakukan tiga atau empat tahun lalu, pemerintah kita lebih banyak bicara soal komoditas," ujar Fadjar.

Baca juga: Bekraf: Pelaku usaha rintisan tidak perlu risaukan pajak digital

Fadjar mengatakan Bekraf tidak bicara tentang budi daya kopi, tapi lebih bagaimana "menghadirkan" kopi dari sisi hilir sehingga mempunyai nilai tambah dan lebih memberi manfaat.

Ia mencontohkan betapa dulu orang Indonesia rela mengeluarkan Rp50.000 untuk secangkir kopi merek outlet asing. "Kalau dilihat dari sisi komoditas, mungkin Rp50.000 sudah dapat sekilo bubuk kopi," ujarnya sembari tertawa.

Menurut dia, akan lebih efektif jika pemerintah lebih mendorong masyarakat menikmati komoditas kopi lewat warung kopi (outlet) dan merek lokal.

"Bekraf memang lebih fokus ke hilir dari rantaian nilai itu. Dan itu yang hari ini sudah mulai kelihatan. Investor berani menanamkan modal jutaan dolar untuk outlet lokal berarti sudah berjalan seperti apa yang kita harapkan lah," ujar Fadjar.

Baca Juga :  SALAH SATUNYA INDONESIA KOPI YG TERKENAL DI DUNIA

Saat ini, Bekraf kini tengah merencanakan supaya perusahaan rintisan (startup) lokal bisa terdaftar di bursa.

Baca Juga :  Kapolda Jatim: "Rapid test" bagi orang berkerumun berlanjut

Menurut dia, proses ini adalah salah satu tujuan dari kesepakatan atau MoU yang telah dilakukan antara Bekraf dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Targetnya ke depan kami juga ingin outlet-outlet dan merek kopi kita itu tidak hanya jualan di Indonesia tapi juga menjamur di luar negeri seperti kita menemukan outlet-outlet kopi asing di Indonesia hari ini," tandas Fadjar.
Baca juga: Bekraf ingin lahirkan Rich Brian lain lewat ICINC
 

Grup Band Slank promosikan kopi Indonesia

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

COFFEE MATES HARUS MENGETAHUI PETA KOPI DUNIA

Jika Anda pecinta kopi, tentu tersedia kepuasan tersendiri dikala Anda sanggup menikmati seduhan kopi dari bervariasi biji kopi yang tumbuh di beraneka belahan...

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19 Jakarta (ANTARA) - Pasien sembuh COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga...

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya Surabaya (ANTARA) - Tim Swab Hunter menyasar pelanggar protokol kesehatan khususnya di tempat nongkrong...

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran Mataram (ANTARA) - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara...

Komik "One Piece" dihentikan sementara karena "mangaka" sakit mendadak

Komik "One Piece" dihentikan sementara karena "mangaka" sakit mendadak Oda-sensei saat ini sedang dalam pemulihan, dan manga tersebut akan kembali dalam edisi ke-46 dari...