Kembali ke Chiang Rai berarti kembali ke situasi kota yang jalannya lambat. Dan tentu saja menikmati kopi di kedai-kedai kopi kecil yang menyenangkan.

NAMUN ada yang cukup mengejutkan ketika saya kembali ke Chiang Rai. Saya pernah ke kota ini pada November 2015. Saat kembali ke sana baru-baru ini, Chiang Rai tak banyak berubah kecuali bertumbuhnya kedai-kedai kopi dan toko-toko modern yang menghiasi kota nan sejuk ini.

Saya ingat pada 2015 lalu ada sebuah kedai kopi paling tersohor di Chiang Rai. Namanya Doi Chaang dan saya takkan mungkin lupa dengan kedai kopi ini. Ada banyak faktor yang membuat saya tak lupa. Pertama, suasana dan interior kopinya yang sejuk penuh tanaman dan miniatur ‘hutan’. Kedua, rasa kopi dan makanannya yang sedap betul.

Saya pernah menulis Doi Chaang di artikel ini baca. Dan pada saat mengunjungi Chiang Rai lagi saya tentu penasaran ingin mampir lagi. Apakah ada yang berubah dengan kedai kopi ini. Betapa terkejutnya saya ketika menjumpai Doi Chaang Coffee House sangat berbeda dari sebelumnya.

Bangunan modern menghiasai Doi Chaang. Di bagian depan kedai ada ruangan kaca yang di dalamnya dipajang aneka alat kopi. Mulai dari mesin espresso hingga printilan kopi  yang kecil-kecil. Sekali lagi saya bertanya pada diri sendiri “apa benar ini Doi Chaang yang sama”. Saya lihat lagi alamatnya dan semuanya sama. Dalam 3 tahun lebih sebuah kedai kopi bertransformasi menjadi lebih baik.

Penasaran dengan semua ini saya memutuskan masuk dan di lorong menuju coffee bar saya terkesima dengan foto-foto perjalanan kopi yang dilakukan petani kopi di Thailand Utara ini. Coffee bar-nya cantik dan besar membuat saya tak henti-henti kagum dengan perubahan tempat ini.

Baca Juga :  PANGKHON COFFEE CHIANG RAI

Meski tak sama seperti Doi Chaang yang dulu, namun mereka mempertahankan bagian taman dan ruang hijau sebagai ciri khasnya. Saya dan teman memilih duduk di ruangan kaca indoor. Sambil menikmati pemandangan taman hijau di sore tenang itu. Kami memesan Doi Chaang Iced Coffee yang entah kenapa rasanya sama seperti bertahun lalu. Aroma gula aren melekat erat. Nostalgia!

Selain itu kami juga memesan Hot Cappuccino yang busa susunya tebal sekali. Aduh serasa mencium awan. Ha-ha-ha. Sebenarnya saya sedikit mengabaikan rasa kopi di Doi Chaang ini. Yang saya nikmati justru perihal transformasi tempat ini. Betapa perubahan yang begitu banyak tetap meninggalkan hal-hal yang tetap sama: kenyamanan yang tak terkira.

DOI CHAANG COFFEE HOUSE

707 DOI CHANG MOO 3 WAWEE

Mae Suai, Chiang Rai, Thailand

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.