CEO Maxx Coffee: Bangga pasarkan produk petani kopi Indonesia

CEO Maxx Coffee: Bangga pasarkan produk petani kopi Indonesia

CEO Maxx Coffee: Bangga pasarkan produk petani kopi Indonesia

Barista Maxx Coffe Indonesia saat menunjukkan proses mengolah kopi, mulai dari penggilingan biji kopi hingga cara menyeduhnya pada launching outlet Maxx Coffee di Mall Panakkukang Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (13/04/2019). ANTARA Foto/Nur Suhra Wardyah

Pasti bangga, selama ini kami bekerja sama dengan petani,  pemerintah, dan asosiasi. Kalau kita maju maka semua maju. Semakin bertambah pula omzet bagi petani kopi, juga bagi kami,” katanya saat ditemui pada launching Maxx Coffe di Mall Panakkukang M

Makassar (ANTARA) – CEO Maxx Coffe Indonesia, Mehdi Zaidi mengaku bangga memasarkan kopi yang berasal dari para petani di Indonesia melalui 81 cabang Maxx Coffee yang tersebar di 23 kota seluruh Indonesia.

"Pasti bangga, selama ini kami bekerja sama dengan petani,  pemerintah, dan asosiasi. Kalau kita maju maka semua maju. Semakin bertambah pula omzet bagi petani kopi, juga bagi kami," katanya saat ditemui pada launching Maxx Coffe di Mall Panakkukang Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu.

Saat ini, Max Coffee menggunakan tiga varian kopi lokal khas Indonesia, yakni kopi Ciwidey dari Jawa Barat, kopi Lintong khas Sumatera Utara dan kopi Gayo asal Aceh. Varian kopi ini sekaligus menjadi produk unggulan dari Maxx Coffee yang juga memiliki visi memperkenalkan produk lokal Indonesia ke masyarakat.

"Rencana kami juga akan mulai fokus untuk kopi Toraja, kan sudah terkenal juga dan bisa dicoba di Makassar sini," ungkap Mehdi.

Senior Brand Manager Max Coffe, Yashinta Rani memaparkan, pemilihan tiga varian kopi ini telah melalui proses panjang dalam penentuan pemilihan kopi untuk Maxx Coffee sebagai jaringan coffe shop berstandar internasional.

Baca Juga :  SEDUHAN KOPI NIKMAT, ALA BARISTA

Ke tiga varian kopi tersebut dinilai paling banyak diminati di Indonesia, sehingga kerja sama dengan petani kopi lokal mulai dijalin sejak sebelum Maxx Coffee hadir di tengah masyarakat, tepatnya pada tahun 2015.

"Sebenarnya kopi-kopi ini kita ambil dari petani, kami proses kembali dan sudah dikemas dengan rapi sebagai asli lokal produk Indonesia. Pastinya kami berharap bisa berkontribusi untuk meningkatkan produk Indonesia sendiri," jelasnya.

Barista Maxx Coffe Indonesia saat menunjukkan proses mengolah kopi, mulai dari penggilingan biji kopi hingga cara menyeduhnya pada launching outlet Maxx Coffee di Mall Panakkukang Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (13/04/2019). ANTARA Foto/Nur Suhra Wardyah

Terkait outlet yang baru dibuka di Makassar, Maxx Coffee menawarkan berbagai promo menarik bagi para pengunjung dan pelanggannya, seperti "buy 1 get 1" semua jenis minuman dari 13-15 April 2019 dan promo tumbler gratis bagi 100 pengunjung pertama pada 13 dan 20 Mei 2019.

Saat ini, Maxx Coffee Panakkukang menjadi outlet ke empat di Makassar, setelah sebelumnya hadir di RS Siloam Makassar dan Jalan Pattimura. Makassar juga dianggap sebagai target bisnis dengan peluang besar seperti Jakarta, Tangerang, Medan dan Surabaya.

Outlet terbaru Maxx Coffe juga menghadirkan Manual Brew Bar yang hanya ada di Maxx Coffee, menyajikan langsung tiga jenis biji kopi lokal Indonesia, kopi gayo, lintong dan ciwidey untuk memberikan pengalaman berbeda bagi para pecinta kopi.

Pelanggan bisa memilih metode penyeduhan, mulai dari french press, V60 dan Chemex. Menariknya, menjelang pemilu 17 April, manajemen Maxx Coffee turut memeriahkan pesta demokrasi sekali setahun ini dengan menawarkan beberapa jenis minuman yang hanya dibanderol Rp17 ribu pada hari pemilu.

"Consumernya di sini (Makassar) bagus sekali. Kami juga menawarkan konsep yang baru, logo kami juga baru. Kami berharap Maxx Coffee bisa menjadi pilihan masyarakat Makassar sebagai tempat bersantai sambil menikmati kopi lokal dengan seduhan yang bertaraf internasional," ungkap Shinta.

Baca Juga :  MENEMUKAN SEJARAHNEGARA PENGHASIL BIJI KOPI TERBESAR DI DUNIA

Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumber ArtikelAntaranews

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.