Beranda Informasi Ridwan Kamil: kopi komoditas "tak bermasalah"

Ridwan Kamil: kopi komoditas "tak bermasalah"

Ridwan Kamil: kopi komoditas "tak bermasalah"

Ba (ANTARA) – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa kopi adalah satu-satunya komoditas yang tidak pernah "bermasalah" di dunia sehingga Pemprov Jabar akan terus mendorong pengembangan komoditas ini, salah satunya dengan memindahkan kantor perwakilan dagang yang biasanya bertempat di daerah elit ke kafe kopi.

"Yang tidak masalah di seluruh dunia hanya satu komoditas, namanya kopi. Mau di Skandinavia, di Afrika, ataupun Australia yang namanya kopi sama. Makanya diberi nama diplomasi kopi, sebagai pintu menjual lain-lain yang laku sesuai di daerahnya," kata Emil seusai meresmikan acara Hari Konsumen Nasional 2019 di Gedung Sate Bandung, Selasa.

"Jadi saya menyampaikan ada sebuah gagasan karena Kementerian Perdagangan  punya perwakilan dagang di tiap negara, tapi ngantornya itu ada di kantor-kantor yang elite, di daerah yang mewah," tambahnya.

Nantinya, perwakilan dagang tersebut akan berkantor di kafe kopi Jawa Barat, yang mungkin akan dinamai kafe 'Jabarano'.

Menurut Emil, konsep ini dibuat untuk mempermudah proses transaksi karena pembeli dapat melihat langsung produk yang dijual di kafe tersebut.

"Dengan konsep itu artinya orang akan bertransaksi dagang tapi nantinya dapat melihat langsung produk-produk yang layak dijual di daerah atau negara tersebut. Pak Menteri bersedia karena selama ini konsepnya terlalu formal, jadi nanti akan lebih mengikuti pasar," ungkapnya.

Permudah Ekspor UMKM

Selain itu, sebagai tindak lanjut dari kunjungannya ke beberapa negara Timur Tengah dan Afrika beberapa waktu lalu, Emil mengatakan akan mempermudah proses ekspor produk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dengan cara melakukan perdagangan langsung.

Baca Juga :  BAGAIMANA UPAYA SEDUH KOPI SENDIRI

"Beliau (Menteri Perdagangan) mendukung perdagangan langsung dengan Tim Dubai yang saya bawa sehingga ekspor produk UMKM tidak banyak halangan karena yang akan datang ke Jawa Barat ini pembeli yang juga punya toko atau mal di negaranya," ujar Emil.

Baca Juga :  BAGAIMANA UPAYA SEDUH KOPI SENDIRI

Ini dilakukan, karena sering kali pelaku usaha kebingungan tentang prosedur ekspor produk. Sehingga Emil yakin dengan pola ini akan mengurangi 'ribetnya' proses ekspor ke luar negeri, seperti memikirkan terkait prosedur ekspor, dari mulai harus melalui bank ekspor mana, prosedurnya melalui Pelabuhan mana, hingga kaitan tentang ditipu atau tidak karena minimnya informasi dan relasi.

"Ini sering terjadi, nah ini polanya saya ubah. Pembelinya saya bawa ke Indonesia, dia saya suruh beresin ekspornya dan urusan di negaranya sehingga orang Jawa Barat tinggal menjual ke pihak-pihak yang sudah dikurasi oleh kami dengan sebanyak-banyaknya," katanya.***1***

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumber ArtikelAntaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must Read

COFFEE MATES HARUS MENGETAHUI PETA KOPI DUNIA

Jika Anda pecinta kopi, tentu tersedia kepuasan tersendiri dikala Anda sanggup menikmati seduhan kopi dari bervariasi biji kopi yang tumbuh di beraneka belahan...

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19

17.457 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19 Jakarta (ANTARA) - Pasien sembuh COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga...

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya

Tim Swab Hunter sasar tempat nongkrong anak muda di Surabaya Surabaya (ANTARA) - Tim Swab Hunter menyasar pelanggar protokol kesehatan khususnya di tempat nongkrong...

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran

Dinas Sosial Lombok Utara salurkan bantuan untuk korban kebakaran Mataram (ANTARA) - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara...

Komik "One Piece" dihentikan sementara karena "mangaka" sakit mendadak

Komik "One Piece" dihentikan sementara karena "mangaka" sakit mendadak Oda-sensei saat ini sedang dalam pemulihan, dan manga tersebut akan kembali dalam edisi ke-46 dari...