Inilah Karakteristik Tentang Kopi Gayo Menjadi Kopi Nikmat Dunia

Inilah Karakteristik Tentang Kopi Gayo Menjadi Kopi Nikmat Dunia

Dataran sumatera memang sangat terkenal dengan kehebatan perkebunan kopinya. Lantaran karakteristik citarasa kopinya yang menarik menjadikan kopi di kepulauan sumatera paling banyak disukai dunia.
Hal yang paling dikenal kopi dari dataran sumatera adalah cotarasa spicy dan low acidity, menonjolkan kesan dark coklat yang kuat berbalut aroma floral tanah basah. Banyak hati pecinta kopi tertarik dan senantiasa menggema dalam kerinduan menikmati kopi.

Keunikan Budaya dan Etnis

tentang kopi gayo
Takengon- Aceh Tengah | By Adi Armaya

Sifat Dataran Tinggi Gayo Aceh

Pegunungan yang terkenal Aceh Tengah di dataran tinggi Gayo merupakan pegunungan pinus yang indah. Di sini adalah salah satu tempat pedalaman yang belum seperti kota, namun kita bisa menjamahnya melalui darat. Ada Danau Tawar yang dikelilingi bukit-bukit menjulang tinggi, terletak di tengah-tengah kota Takengon menjadi daya tarik yang begitu indah. Sebuah kelompok kecil dengan etnis dan gaya bahasa mereka sendiri berkumpul di sini seakan di sinilah rumah surga bagi mereka. Walaupun termasuk pedalaman, banyak masyarakat, kiyai dan alim ulama yang berpendidikan tinggi di sini.

Gayo punya tarian sendiri yang dinamakan tari saman, budaya khas aceh. Dahulunya tari saman digunakan sebagai media dalam berdakwah menyebarkan pesan-pesan dalam ajaran islam. Cerminan dari tarian ini berisi pendidikan, agama, tatakrama, kepahlawanan, solidaritas dan kebersamaan. UNESCO secara resmi mengakui tarian saman sebagai tradisi yang berasal dari Aceh pada 24 november 2011. Tentunya, hal tersebut sebagai upaya perwujudan warisan budaya di dunia. Asosiasi Pariwisata ASEAN (ASEANTA) menyebut tarian Saman sebagai upaya pelestarian budaya ASEAN terbaik pada Penghargaan ASEANTA ke-25 untuk Keunggulan 2012.

Green Bean atau biji kopi gayo merupakan warisan yang paling terkenal. Pengunjung dari berbagai negara tidak akan sulit mendapatkan kopi gayo di menu kedai kopi maupun resto. Kopi-kopi sepesial di sini berasal dari dataran tinggi Gayo di Aceh Tengah, di mana tempat tersebut ditanam secara organik oleh para petaninya.
Perkebunan kecil di dataran tinggi yang didominasi oleh petani ini terletak di tiga kabupaten ; Aceh Tengah, bener meriah dan Gayo Lues. Luas masing-masing perkebunan yang diolah secara tradisional berjumlah 48.500 hektar, 7.000 hektar dan 39.000 hektar.

Kota Takengon tampak dari atas | By Broewnis Photo

Aceh tengah sendiri letaknya di salah satu bagian dari pegunungan bukit barisan, membentang melintasi pulau sumatera. Daerahnya memiliki iklim yang sejuk dengan keindahan Danau Laut Tawar yang terkenal. Danau tersebut dikelilingi oleh ribuan hektar vegetasi yang sebagian besarnya kopi dan pinus.

Latar Belakang Sejarah Kopi Gayo

Di jaman kolonial, Belanda memperkenalkan kopi ke wilayah gayo dan membuka perkebunan kopi secara profesional. Karena permintaan pasar dunia yang besar, Belanda menjadikan komoditas sebagai “product for the future”. Dengan demikian masyarakat setempat mulai menanam kopi di lahan terbatas.
Investor Belanda dan Eropa di tahun 1924 mulai mendominasi Aceh Tengah dengan mengisi perkebunan kopi, pinus, teh dan sayuran.

Kemudian di tahun 1933 13,000 hektar lahan ditanami kopi dan menjadi komoditas yang begitu berharga bagi Belanda untuk dikirim kembali ke Eropa. Belanda mengambil para pekerja dari Jawa untuk meningkatkan produksi kopi, pinus dan teh di dataran tinggi Gayo. Hal tersebut menjadi sebab etnis Aceh Tengah terdiri dari orang-orang gayo, jawa, batak, karo dan aceh. Di beberapa daerah seperti Beneur Meriah, bahkan mayoritas orang Jawa sejak dipekerjakan di sana.

Baca Juga :  PENGGEMAR KOPI HARUS MENGETAHUI DAFTAR PENGHASIL KOPI TERKENAL DI DUNIA

Sejarah di Jaman Belanda

Pada masa perang pascakolonial, perkebunan milik Belanda diabaikan dan diambil alih oleh penduduk lokal. Saat ini, keindahan perkebunan Belanda telah hilang, hanya menyisakan nama dan sejarah mereka bagi komunitas Gayo.
Sebuah desa bernama Bergendal di Gayo mengingatkan akan kehadiran Belanda di sana. Nama ini berasal dari kata Belanda bergen en dalen, yang berarti gunung dan lembah. Desa itu terletak di lereng di mana Belanda mulai membuka perkebunan kopi mereka, dan penduduk desa setempat masih terus memproduksi kopi berkualitas tinggi.
Kedai kopi paling terkenal di Aceh Tengah bahkan bernama Warung Kopi Bergendal, yang menawarkan spesialisasi kopi rasa kaya dengan harga terjangkau.

Masuknya kopi Gayo ke pasar komoditas dunia adalah karena rasanya yang khas dan bernilai tinggi. Aroma yang baik dan kurangnya rasa pahit telah menjadi ciri khas produk Gayo Arabica ini, lebih unggul dari rasa kopi Blue Mountain dari Jamaika.

Amir Hamzah, kepala Badan Penelitian Kopi Gayo, mengatakan kopi Gayo Arabica tidak dapat diperoleh dari tempat lain karena jenis tanah yang khas di dataran tinggi. Kondisi cuaca dan ketinggian 1.200 meter di perkebunan juga memainkan peran kontribusi karena keduanya ideal untuk menanam kopi.

Varietas terbaik dan paling banyak ditanam adalah Gayo 1 dan Gayo 2. Yang pertama adalah galur Timor Leste yang cocok untuk ketinggian 1.000 – 1.600 meter, dan yang terakhir adalah galur Borbor, cocok untuk ketinggian kurang dari 1.000 m.

Daya tarik besar bagi eksportir kopi dunia karena penanaman kopi gayo menggunakan metode organik dan dari varietas unggul. Komoditi kopi ini menjadi target menjadikan harganya kian naik karena permintaan akan kopi organik. Sekitar 80% petani kopi di Aceh Tengah memelihara perkebunan kopi organik. Perekonomian di sekitar kabupaten dan Aceh Tengah sangat menggantungkan pada harga kopi pasar di dunia. Tentunya setiap kenaikan akan berdampak besar bagi penduduk lokal yang hampir seluruhnya hidup dengan berkebun kopi.
Di Sumatera Utara yang menjadi tetangga provinsi, setidaknya 59 perusahaan besar mengekspor kopi dari pelabuhan Belawan asalnya dari Aceh Tengah dan Bener Meriah. Tahun 2008 tercatat di data kantor perkebunan Aceh tengah bahwa Ekspor kopi melalui Belawan sekitar 54,402 Ton, lebih dari setengahnya berasal dari tiga kabupaten gayo.

Karakter Citarasa Kopi Gayo

Peminum di Eropa, terutama Belanda sangat memfavoritkan Kopi Gayo lantaran rasanya yang luar biasa. Kopi Gayo termasuk dalam kategori premium, setara dengan kelas produk terkenal dunia lainnya seperti kopi Brasil, Blue Mountain, dan Ethiopia.

Baca Juga :  Makin dikenal, Indonesia raih dua juta dolar di London Coffee Festival

Sampai-sampai karena keunikan rasa kopi gayo, banyak mendorong pengusaha Belanda mendaftarkan merek dagang kopi Gayo Mountain Arabica dengan Trade Organization in Europe. Sampai saat ini, eksportir lokal hanya mengirim kopi Gayo mereka ke Jepang dan beberapa negara Asia lainnya.

Kisah yang unik di belakan lahirnya kopi gayo meningkatkan imajinasi anda ketika menikmati kopi dari sini. Kopi Gayo bukanlah yang terakhir namun dia awal kopi yang cocok dinikmati pecinta kopi. Kopi dengan seduhan khas, flavour, karakter dan rasa.

Catatan Rasa Kopi Gayo
Aroma floral, Rempah-rempah yang manis dan sedikit rasa cengkeh

seduhan citarasa kopi gayo

Kopi Arabika Aceh Gayo dianggap sebagai salah satu biji kopi paling premium di dunia. Dihasilkan dari perkebunan di wilayah Aceh Tengah. kopi ini memiliki aroma halus dan rasa pahit yang cukup rendah. Biji kopi Aceh Gayo tumbuh dalam jenis tanah yang khas di dataran tinggi, sehingga hampir tidak mungkin menemukannya di tempat lain di luar asalnya. Dengan penanaman ketinggian 900 – 1700 di atas permukaan laut dan tingkat curah hujan sekitar 1.643 – 2.000 mm / tahun dianggap sangat menguntungkan bagi perkebunan kopi.
Dataran Tinggi Gayo adalah bagian dari Bukit Barisan yang terletak di sepanjang Pulau Sumatera, Indonesia. Terletak di wilayah tengah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dikelilingi tiga kabupaten: Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues.

Penanaman kopi di Dataran Tinggi Gayo dimulai pada tahun 1924 oleh Koloni Belanda. Sejak 1930, kopi telah menjadi pusat perekonomian Gayo yang menyumbang sekitar 50-90% dari pendapatan keluarga. Saat ini, Dataran Tinggi Gayo adalah salah satu area terpenting untuk Kopi Arabika Indonesia. Ini adalah wilayah penghasil kopi Arabika terbesar di negara ini.

Total perkebunan kopi di daerah tersebut mencakup sekitar 95.000 hektar yang dimiliki oleh sekitar 66.000 keluarga petani dan hanya kurang dari 10% dari total perkebunan yang dikendalikan oleh pemerintah daerah dan sektor swasta.

Produk-produk Kopi Gayo

AKLStore.id

 

Bukalapak

Iklim Gayo

Tanah, lanskap, dan iklim daerah berkontribusi pada berbagai karakter yang kaya, seduhan yang kuat dan rasa kopi yang kompleks. Sangat beragam dan kompleks sehingga Tim Cupper Gayo (anggota disertifikasi Q grader dan Cuppers berlisensi) mengklaim bahwa semua karakter Kopi Arabika di dunia, dapat dicicipi dalam Kopi Gayo Arabika. Dengan kata lain kopi Gayo Arabica memiliki rasa yang kaya dari kopi dunia dan dianggap sebagai Gourmet Coffee. Karena karakternya yang kuat, kopi gayo sering dijadikan tambahan House Blend Coffee agar meningkatkan aroma dan body ke blended.

Terlepas dari karakter yang kuat dan rasa yang kompleks, kebanyakan Kopi Gayo Arabica masih diperdagangkan sebagai kopi komersial dan hanya sebagian kecil yang diperdagangkan sebagai kopi spesial. Beberapa nama dagang kopi di pasar internasional adalah Mandheling Coffee, Sumatra Mandheling, Retro Mandheling, Sumatra Gayo, Mandheling Gayo, Super Gayo, dan Gayo Mountain Coffee. Beberapa produsen Kopi Gayo Arabica telah disertifikasi dengan prinsip sistem pengembangan berkelanjutan untuk industri kopi seperti: Organic, Fairtrade, Utz Certified, Rainforest Alliance, C.A.F.E. Practices and Bird Friendly untuk memenuhi permintaan pasar negara maju.

Baca Juga :  ADAKAH KOPI SIAP SEDUH BERSAMA KAWAN

BEBERAPA FAKTA DAN SPESIFIKASI UMUM KOPI GAYO

1. Dipasarkan keluar Aceh dengan tipe Arabika Gayo Grade 1
2. Terkenal kopi dengan keseimbangan rasa bersahaja yang klasik , seduhan bold dan syrupy.
3. Mayoritas biji kopi Arabika
4. Sulit ditemukan di tempat lain dengan citarasa yang sama kecuali dari tempat asalnya.
5. Aroma halus dengan rasa pahit yang rendah
6. Dipanen dari perkebunan di wilayah Aceh Tengah.
7. Salah satu biji kopi premium di dunia.
8. Butuh 9 bulan waktu dari bunga menjadi buah beri.
9. Produksi 45,000 sampai 65,000 ton pertahun.
10. Iklim bersuhu optimal 13 hingga 28 Derajat Celcius.
11. Memiliki curah hujan optimal ; yaitu 100 hingga 3.000 mm.
12 Ketinggian dataran tanam 1.000 hingga 1.500 dari permukaan laut (ASL).
13. Jenis tanah vulkanik yang subur, iklim basah, dekat dengan garis khatulistiwa (utara).
14. Negara asal: Indonesia.
15. Daerah sentra produksi ; Pulau Gayo, Aceh Tengah, Sumatera Utara.
16. Kandungan kafein: 0,8 hingga 1,4%.
17. Bentuk biji hampir rata dengan garis tengah yang jelas.
18. Karakter global memiliki asam dan cokelat.
19 Metode panen; pemetik mekanik dan tangan.
20. Metode pengolahan; sebagian besar diproses basah, wet hulling (pemilik kecil), dan jumlah kecil proses basah; proses penggilingan kering atau pencucian penuh (prosesor besar).

 

Karakteristik Cupping Note :

Fragrance / aroma : fresh nutty.
Flavor : complex coffee flavor with hints of vanilla.
Acidity : good acidity.
Body : medium to high or full body (rich).

Kopi Specialty Dari Gayo

gayo green bean
Pemilihan biji kopi mentah

Kopi specialty merupakan kopi Arabika di kelas khusus dari dataran tertinggo Gayo dengan skor cupping di atas 80 dalam kompetisi kopi di dunia. Kopi ini diproses dengan sangat istimewa, terjaga ketat dan memberikan kualitas kopi yang benar-benar kelas dunia. Seperti biji kopi tanpa cacat, hanya memiliki toleransi cacat 5% dari jumlah total berat biji kopi.

Apabila anda membeli green bean specialty katakanlah sekitar 10kg, maka cacat total defect tidak boleh lebih dari 5% atau sekitar 500g. Hampir seluruh green bean harus terkumpul tanpa defect (cacat). Green bean tingkat specialty dapat menghasilkan kualitas citarasa kopi yang sempurna dengan rasa yang tinggi dan memiliki bau yang aromatik.

Demikianlah ulasan tentang kopi Gayo Aceh yang menjadi salah satu alasan green bean Arabika Gayo dan Gayo dikenal sebagai Specialty grade organic green Beans.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.