MENINJAU 

SEJARAH PENEMUAN KOPI DI DUNIA

MENINJAU SEJARAH PENEMUAN KOPI DI DUNIA

Bicara perihal kopi, minuman ini tetap mampu menghadirkan melankoli tersendiri bagi siapa saja, terlebih bagi para pengagum puisi dan diksi. Kopi seolah punya sihir tersendiri untuk memunculkan berbagai inspirasi kreatif dan inspirasi. Itulah mengapa nggak heran kalau sampai kini banyak orang jadi pecandu kopi.

Mungkin salah satu Kita ada yang telah tau, type kopi yang paling terkenal di kalangan masyarakat adalah arabika. Karena banyak para penikmat kopi berpikiran mutu kopi arabika lebih unggul kalau dibandingkan bersama dengan type kopi lainnya. Tapi memang tetap ada banyak style kopi di dunia yang punya mutu terbaik.

MENINJAU

SEJARAH PENEMUAN KOPI DI DUNIA

Asal Usul Kopi Sebagai Minuman

Asal-usul kopi setidaknya bisa ditelusuri lagi pada abad ke 10. Kopi Arabika (Coffea Arabica), ini jadi tipe kopi yang dominan berasal dari hutan dataran tinggi Ethiopia Barat Daya dan Pegunungan Yaman. Di sana, tanaman kopi tumbuh bersama tinggi 30-39 kaki yang berada di alam liar. Tampak setiap pohonnya bunga-bunga putih seperti melati dan ceri berwarna merah hingga ungu yang berisi biji-bijian.


MENINJAU 

SEJARAH PENEMUAN KOPI DI DUNIA” width=”944″ height=”625″ />

Jika menilik ke belakang berkenaan bagaimana kopi ditemukan, ada sebuah legenda yang menceritakan perihal awal dari peristiwa kopi. Konon, dulu hiduplah seorang penggembala kambing di Ethiopia bernama Kaldi.

Awalnya, ia tahu bahwa kambing-kambingnya menjadi terlalu energik dan tidak tidur di malam hari. Hal berikut terjadi sesudah hewan gembalanya memakan semacam buah beri berwarna merah dari suatu pohon.

Mengetahui perihal itu, Kaldi lantas melaporkannya kepada biarawan. Mendengar temuan Kaldi, biarawan selanjutnya pun tertarik untuk untuk mencoba buah beri yang dikonsumsi para kambing. Dan ternyata benar, ia dapat terjaga sepanjang malam untuk berdoa.

Karena cita rasa pahit yang dihasilkannya, biarawan itu jadi mengolahnya menjadi sebuah minuman dengan memanggang dan menyeduh buah beri tersebut. Kalau anda dulu mendengar minum kopi dapat mengusir kantuk dan menambah tenaga, kemungkinan awal awalnya adalah dari cerita si Kaldi ini.

Dari Afrika Sampai Eropa

Menurut bermacam literatur disebutkan bahwa tanaman kopi atau coffee berasal sebuah area di Afrika yang bernama Abyssinia yang saat ini mencakup wilayah negara Ethiopia dan Eritrea. Di pertengahan abad ke-15, biji coffee menjadi diekspor dari Ethiopia ke Kota Mocha, Yaman.

Saat biji beri ini didatangkan ke Venesia pada th. 1615, para rohaniawan setempat kompak menolak, apalagi hingga mengutuknya. Saking besarnya kontroversi yang muncul, Paus Klemens VIII pun diminta untuk campur tangan menangani kasus ini.

Meskipun begitu, keberadaan coffee shop tambah menjamur dan menjadi pusat aktivitas sosial dan juga pusat komunikasi di kota-kota besar di Inggris, Austria, Perancis, Jerman, dan Belanda. Minuman bercita rasa pahit ini lantas terasa menukar minuman yang biasa dikonsumsi selagi sarapan, yang terhadap pas itu mereka biasa minum bir atau wine.

Di akhir th. 1800-an, kopi udah menjadi komoditas yang mendunia dan para entrepreneur merasa melacak cara-cara baru untuk memperoleh keuntungan dari minuman yang tengah tenar pada waktu itu. Kemudian di tahun 1864, John dan Charles Arbuckle membeli coffee bean roaster dari Jabez Burns. Mereka lantas menamai produk mereka bersama nama “Ariosa” dan menjualnya lagi kepada para koboi di Amerika Barat.

MENINJAU

SEJARAH PENEMUAN KOPI DI DUNIA

1. Kenya AA Coffee

Kopi Kenya AA ditanam pada ketinggian lebih dari 6.600 mtr. di atas permukaan air laut, tepatnya di dataran tinggi Kenya. Dataran tinggi Kenya membuahkan biji kopi dengan rasa kuat dan tingkat keasaman yang menyegarkan. Kopi Kenya AA mempunyai perpaduan aroma bunga dan wine. Kopi ini disebut sebagai salah satu kopi favorit di beragam restoran dunia. Setelah ditelan, kopi ini dapat meninggalkan rasa jeruk dan berry yang segar di lidah.

2. Sulawesi Toraja Coffee

Sulawesi Toraja merupakan kopi multidimensi yang tumbuh di dataran tinggi tenggara Pulau Sulawesi, tepatnya di area Toraja. Toraja dikenal sebagai salah satu tempat penghasil kopi Arabika terbaik di dunia. Sulawesi Toraja punya tekstur kopi yang kental, kala diseduh dengan air panas bubuk kopi ini akan segera mengendap di bawah cangkir. Kopi ini punyai keseimbangan antara rasa coklat hitam dan buah. Saat kamu menyeduh kopi ini dan menikmatinya tanpa gula, rasanya bukan pahit seperti kopi terhadap umumnya, tapi gurih dan segar.

3. Hawaii Kona Coffee

Hawaii Kona adalah kopi arabika yang dibudidayakan di lereng Hualalai dan Mauna Loa, yang terletak di pulau Hawaii. Hawaii Kona Coffee adalah salah satu kopi termahal di dunia. Kopi style ini hidup di kondisi cuaca dimana pagi hari matahari bercahaya cerah, sore yang berawan, berangin, hujan ringan, dan malam yang tenang. Kopi terenak di dunia ini tumbuh di tanah vulkanik yang kaya bakal mineral. Hawaii Kona dikenal bersama rasa yang kaya tapi bertekstur mudah bersama dengan aroma yang khas.

4. Guatemala Antigua Coffee

Kopi Guatemala Antigua tumbuh di dataran bersama ketinggian lebih dari 4.600 mtr. di atas permukaan laut. Kelas dari biji kopi guatemala antigua yang dikenal sebagai Strictly Hard Bean dan terhitung dalam varietas kopi Arabica Catuai, Arabica Caturra, dan Arabica Bourbon. Antigua membuktikan kualitas kopi Guatemala khas dengan rasa pedas dan tekstur yang lembut. Kopi ini adalah kopi premium luar biasa di mana sementara kamu menyeduhnya, bakal membuahkan aroma yang menenangkan.

5. Java Arabica Coffee

Satu lagi kopi terbaik di dunia yang berasal dari Indonesia. Java Arabica adalah kopi yang tumbuh di tanah Jawa, tepatnya di Kawah Ijen, di segi timur komplek gunung berapi bersama ketinggian 1.400 mtr. di atas permukaan laut. Java Arabica memiliki tingkat keasaman yang lebih rendah dibandingkan bersama dengan tipe kopi Indonesia lainnya. Kopi ini mempunyai perpaduan rasa pedas, namun saat ditelan dia bakal meninggalkan rasa manis yang lembut. Kualitas Java Arabica sebagai salah satu kopi paling baik di dunia juga karena sejak abad ke 18, di Pulau Jawa udah berdiri perkebunan kopi terbesar yang didirikan oleh pemerintahan Belanda.

6. Sumatra Lintong Coffee

Sumatra Lintong tumbuh di Kabupaten Lintong Nihuta, di selatan-barat dari Danau Toba. Ini merupakan tempat perkebunan kopi dataran tinggi yang terkenal bersama keanekaragaman pohon pakis. Daerah ini menghasilkan 15.000 sampai 18.000 ton arabika per tahun. Kopi Sumatra Lintong ini juga merupakan kopi yang tenar di dunia yang dikemas dengan perpaduan rasa pedas dan rempah-rempah. Kopi Sumatra Lintong yang berkwalitas baik tidak sama dengan kopi terhadap umumnya, ia punyai keasaman yang lebih segar.

7. Tanzania Peaberry Coffee

Tanzania Peaberry, kopi paling baik di dunia ini tumbuh di Gunung Semeru dan Gunung Kilimanjaro. Tanzania Peaberry adalah kopi dengan tekstur sedikit kental dan beraroma buah. Rasa dari kopi ini sangat kaya, campuran dari rasa kismis, coklat, pahit kopi, dan kala ditelan bakal meninggalkan rasa manis. Berbeda bersama dengan biji kopi lain yang umumnya miliki 2 biji kopi, tanzania peaberry berasal dari buah yang terdiri dari satu biji kopi. Biasanya sebanyak 1 hingga 9 % tanaman kopi terdiri dari biji kopi peaberry, yang sering dipisahkan dari biji kopi lainnya dan dijual dengan harga premium, dikarenakan karakteristik dan tingkatan rasa yang khas.

8. Jamaica Blue Mountain Coffee

Tumbuh di distrik Jamaica’s Blue Mountain, kopi ini sering diekspresikan sebagai kopi terenak di dunia yang punyai rasa sempurna. Jamaica blue mountain adalah kopi ringan bersama dengan rasa manis yang lembut dan punya aroma coklat. Kopi ini mempunyai tingkat keasaman yang fresh, tanpa rasa pahit sedikit pun. Biji kopi Jamaica Blue Mountain tumbuh pada ketinggian pada 3.000 – 5.500 meter di atas permukaan laut. Kebanyakan dari biji kopi jamaica blue mountain adalah biji utuh didalam satu buah kopi.

9. Mocha Java Coffee

Mocha Java adalah kopi yang merupakan percampuran antara Arabian (Yemen) Mocha dan kopi Java Arabica Indonesia. Kopi ini disebut sebagai kopi campuran tertua di dunia, memadukan dua kopi premium bersama dengan karakteristik yang saling melengkapi. Di Indonesia sendiri, kopi ini tumbuh di area perbukitan lereng Menoreh. Mocha Java terdiri dari dua jenis, yakni Mocha java Single dan Mocha Java Double bersama proses produksi yang berbeda.

10. Ethiopian Harrar Coffee

Ethiopian Harrar memilik rasa pedas dan aroma yang harum. Salah satu kopi terbaik di dunia ini tumbuh di alam liar yang eksotis dan diproses secara alami. Ethiopian Harrar ditanam di lahan pertanian kecil di wilayah Oromia, Ethiopia Selatan, pada ketinggian antara 4.500 dan 6.300 kaki. Kopi harrar dikenal memiliki rasa keasaman wine dan buah dengan aroma harum blackberry. Saat dinikmati, kopi ini bakal meninggalkan rasa yang tajam di lidah dan bibir.

Yak, itu dia
MENINJAU

SEJARAH PENEMUAN KOPI DI DUNIA. Bagaimana, sudah jelas anda kebanyakan minum yang mana? Berniat coba memproses kopi sendiri?

Sumber :

kopidi.com, wikipedia, davidsbeenhere.com, coffeereview.com

Baca Juga :  BEBERAPA HARGA KOPI DIPASARAN DUNIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.